Archive for the 'INDONESIA' Category

29
Mar
09

Freemasonry bukanlah Sebuah Wacana Baru di Indonesia

Membaca judul artikel diatas mungkin pembaca akan sedikit mengerenyitkan kening. Anda tak sepenuhnya salah kalau bereaksi seperti itu, Freemasonry memang jarang kita dengar, dan jangan pernah berharap untuk membaca berita tentang Freemasonry di harian Nasional, selevel KOMPAS, SINDO, SUARA MERDEKA, MEDIA INDONESIA, JAWA POST, atau yang lainnya, apalagi kalo anda berniat mencarinya di tayangan infotainment yang kebanyakan berisi kawin cerai atau perselingkuhan saja. Namun saya tidak sedang bercanda, Freemasonry memang bukanlah satu isu baru, kecuali kalo anda memang tidak tertarik dengan masalah-masalah yang sebenarnya “sangat mendasar” seperti ini.

Lalu apa buktinya kalo Freemasonry memang bukan isu baru? Salah satu buktinya yaitu dari buku-buku yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia mengenai secret society yang satu ini. Buku-buku tersebut diantaranya:

sorotan-terhadap-freemasonry21. SOROTAN TERHADAP FREE MASONRY: ORGANISASI RAHASIA YAHUDI, yang disusun oleh LPPA Muhammadiyah Jakarta dan cetakan pertamanya sudah terbit tahun 1979 (punya saya sendiri cetakan kedua terbitan tahun 1980). Buku ini – sejauh yang saya tahu – merupakan buku paling tua di Indonesia mengenai Freemasonry, yang sudah lumayan rapi sistematika penulisannya. Buku ini sudah saya bikin edisi digitalnya (dalam format PDF), dan semoga bisa segera tersedia untuk didownload secepatnya, karena sungguh sangat sulit mendapatkannya. Saya sendiri mendapatkannya dari sebuah stand buku tua di Shopping Book Centre Jogjakarta, dengan harga 7.000 rupiah lucky me).

2. FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA, yang dibikin oleh Abdullah Patani. Tidak saya ketahui tahun terbitnya, dan sedang dalam proses digitalisasi. Buku yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Melayu, Arab, Thai, dan Tagalog ini sangat ringkas, namun cukup lumayan untuk dibaca. Buku ini memuat khoms kanon Yahudi yang dibandingkan dengan Pancasila, maupun dasar-dasar negara Asia lainnya. Sistematikanya kurang bagus, namun muatannya sangat luas.

1222923. FREEMASONRY IN INDONESIA FROM RADERMACHER TO SOEKANTO, 1762-1961, sebuah paper tipis karya Paul W van der Veur terbitan Ohio University Center for International Studies tahun 1976. Paper ringkas ini tidak terlalu banyak membicarakan teori-teori tentang Freemasonry, namun lebih banyak berbicara tentang statistik yang termuat dalam beberapa tabel. Sudah saya digitalkan, semoga bisa segera available. Sangat sulit mendapatkan buku ini, namun kalo anda tinggal di Jogjakarta, anda bisa mengopy-nya dari perpustakaan Universitas Sanatha Darma (USD) Jogjakarta.

tarekat-mason-recommended14. TAREKAT MASON BEBAS DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT DI HINDIA BELANDA DAN INDONESIA 1764-1962, karya Th Stevens. Buku yang terbit dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Belanda ini buku yang sangat susah didapatkan. Menjadi rujukan pertama paling komprehensif kalo ingin berbicara tentang keberadaan dan peran Freemasonry di Indonesia (rujukan keduanya yaitu paper FREEMASONRY IN INDONESIA sebelumnya). Awalnya dicetak untuk dibagikan kepada anggota Tarekat Mason Bebas sendiri, setelah itu semua sisanya diboyong ke Belanda, entah untuk apa. Saya mendapatkan buku sebanyak 3 kali (satu saya kasih ke pak Adian Husaini, dan satunya sedang berusaha saya kasih ke pak Adnin Armas), dalam 3 kesempatan yang berbeda, dan dengan harga yang berbeda pula, dari 30.000 ribu rupiah sampai 70.000 rupiah. Saya masih belum tahu apakah buku yang edisi Indonesianya terbit tahun 1994 ini akan didigitalkan, karena saya yakin akan terbentur masalah copyright.

safwat-habib-mason15. GERAKAN FREEMASONRY (AL MASUNIYAH), karya Muhammad Shafwat as-Saqa Amini dan Sa’di Abu Habib. Buku yang diterbitkan oleh Rabithah Alam Islamy ini lumayan komprehensif juga, karena menceritakan masalah Freemasonry di berbagai negara, dan merupakan buku klasik yang sistematikanya lumayan bagus dibanding buku-buku sejenis karya ulama timur tengah lainnya. Sedang dalam proses digitalisasi dan semoga bisa cepat available to download. Ingin tahu komentar kedua penulis ini tentang Protocol of Zion? Mereka tidak menggunakannya sebagai rujukan untuk menjelaskan kejahatan Yahudi, namun bukan karena mereka setuju bahwa the Protocols merupakan satu produk pemalsuan, melainkan karena mereka sadar bahwa the Protocols sudah habis masa berlakunya, SEMUA PROGRAM DALAM PROTOCOLS SUDAH TERLAKSANA.

fahim-amin-mason-rotary6. RAHASIA GERAKAN FREEMASONRY DAN ROTARY CLUB, karya seorang ulama Mesir Muhammad Fahim Amin. Buku ini terbagi menjadi dua topik besar, yaitu Gerakan Freemasonry dan Rotary Club. Edisi Indonesia buku ini diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, namun sekarang sudah sangat sulit mendapatkannya. Karena itu saya sedang dalam proses membujuk Pustaka al-Kautsar untuk menerbitkannya lagi, atau mendigitalkan buku ini, supaya mendapat pangsa pembaca yang lebih luas lagi. Orang Indonesia perlu membaca buku ini, karena Rotary Club dan Lions Club sudah masuk secara “legal” ke Indonesia, meskipun pernah dilarang dengan salah satu PP (saya lupa no berapa dan tahun berapa).

6 buku itu cukup menjadi satu bukti kalo ternyata para pendahulu kita merupakan orang-orang yang sangat cerdas dan sangat nasionalis, karena sudah menulis atau menerjemahkan untuk memperingatkan kita betapa berbahayanya Freemasonry dan gerakan sejenis lainnya, disaat orang lain masih banyak yang tidak tahu, bahwa konspirasi Freemasonry dan gerakan lain lah yang membuat negara ini berantakan. Buku-buku yang lain yang beredar baru-baru ini belum saya singgung karena tidak sesuai dengan judul. Beberapa kejadian seperti Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948, ditengarai merupakan hasil konspirasi Illuminati, yang bisa dikatakan sebagai salah satu turunan Freemasonry yang lebih radikal dan garis keras.

Tak pernah kita diajarkan oleh buku sejarah SD-SMA kita bahwa Komunisme dan Kapitalisme sama-sama dirancang oleh satu kekuatan tersembunyi bernama Freemasonry dan Illuminati, melalui dua pihak yang berbeda, dan memang diadu supaya terjadi konflik yang abadi, supaya kita tak sempat berpikir mengenai siapa dalang di balik kerusakan dunia ini (deep understanding), melainkan supaya hanya memikirkan efek dari konflik tersebut saja (surface understanding), padahal, tanpa tahu siapa yang bikin masalah akan sangat sulit untuk memecahkan masalah. Seperti artikel saya yang pertama dulu, KURIKULUM SEJARAH PERLU SEGERA DIUBAH.

6 buku diatas hanyalah sebagian kecil buku klasik (dibawah tahun 2000 dalam konteks ini) sejauh yang saya tahu dan saya miliki saja, sekiranya kurang lengkap dan ada yang terlewat, silakan anda tambahkan melalui comment anda. Perlu diingat, bahwa saya tak akan pernah menjawab pertanyaan apakah Freemasonry benar-benar ada di Indonesia, karena perdebatan seperti itu adalah perdebatan yang menghabiskan waktu dan sia-sia saja. Buku no 2, 3, dan 4 diatas sudah cukup menjadi bukti yang kuat bahwa mereka betul-betul ada, bahkan sejak tahun 1700an, padahal Freemasonry modern baru muncul tahun 1717, dan Illuminati modern muncul tahun 1776, dan bukan tak mungkin bahwa Freemasonry yang di Indonesia tersebut merupakan Freemasonry angkatan pertama. Wallohu a’lam bisshowab.

Penulis : Agung Prabowo
http://attestantofthetruth.wordpress.com

Advertisements
12
Mar
09

Jejak Langkah Freemason dan Yahudi di Indonesia

Aris Hardinanto – 04 May 2008 | 8:41 pm

Seorang rekan pernah bertanya kepada saya, “Ris, menurut kamu apa Yahudi ada di Indonesia?, mengingat Yahudi itu kan diaspora”. Jujur saya katakan pada teman saya waktu itu saya belum tahu tentang penampakan Yahudi di Indonesia. Penasaran dengan pertanyaan teman saya, saya pun melakukan penelusuran terhadap beberapa literature yang saya dapatkan. Saya sungguh terkejut, ternyata organisasi Freemason (Tarekat Mason Bebas)-organisasi rahasia Yahudi- itu telah bercokol lama di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, bahkan salah satu tokoh utama Freemason ini adalah tokoh-tokoh yang dianggap sebagai tokoh pergerakan nasional. Penampakan Freemason ini pada awalnya mengibarkan propaganda sebagai sebuah organisasi yang menjunjung tingi nilai-nilai kemanusiaan.
Kita dapat simak dalam salah satu anggaran dasar dari Freemason di Indonesia ini:
“Tarekat Mason Bebas adalah pandangan hidup jiwa yang timbul dari dorongan batin, yang mengungkapkan dirinya dalam upaya berkesinambungan untuk mengembangkan semua sifat roh dan hati nurani, yang dapat mengangkat manusia dan umat manusia ke tingkat susila dan moral yang lebih tinggi. Ia terapkan dalam pelaksanaan seni hidup yang lebih tinggi.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 5).
Selanjutnya Freemason ini meluaskan sayap-sayapnya di berbagai elemen masyarakat untuk dapat menyebarkan paham-paham terselubung dari agama Yahudi ke berbagai lapisan masyarakat. Freemason ini tak lupa juga menyisipkan ritual-ritual islam di dalam pengajaran dari freemason. Kita dapat saksikan dalam kutipan berikut ini:
“Situasi yang baru sama sekali tercipta ketika muncul anggota-anggota Indonesia (dan Tionghoa) di loge-loge. Pakaian tradisional dari kalangan elit Jawa, penggunaan Al Quran sebagai Kitab Suci pada pertemuan-pertemuan formal di Rumah Pemujaan…memberikan wajah baru kepada kegiatan-kegiatan loge.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 28).
Loge dan Rumah Pemujaan yang dimaksud pada kutipan diatas bukanlah masjid maupun gereja, merupakan sebuah tempat pertemuan anggota Freemason Indonesia untuk mengadakan pemujaan kepada kepada Yang Maha Terang, yang dalam ritualnya para anggota Mason tersebut membacakan sebuah nyanyian kerohanian. Loge yang pertama kali dibangun di Batavia oleh Albertus van der Parra (1761-1775), yang bernama “La Choisie (Terpilih) atas prakarsa Joan Cornelis Radermacher. Setelah itu di bangun pula pada bulan November 1767 di Batavia sebuah loge baru bernama “La Fidele Sincerite”.
Tahun 1767 pada umunya dianggap sebagai awal kehadiran Tarekat Mason Bebas yang terorganisir di Jawa. Selain melakukan pertemuan di loge-loge, mereka juga kerap melakukan pertemuan rahasia di Amanusgracht (Jl. Kopi/Jl. Bandengan Jakarta) dan di kawasan Molenvliet (Jl. Gajah Mada/ Hayam Wuruk). Selain di kedua daerah diatas, seorang pakar Hukum yang namanya diakui dalam ilmu Hukum Indonesia, yaitu Jacob Van Vollenhoeven, ternyata memainkan peranan penting terhadap pendirian Loge Matahari di Padang pada tahun 1858 yang beberapa bulan sebelumnya pada tanggal 11 Desember 1857 berkumpul dirumahnya untuk me,bahas mengenai pendirian Loge tersebut.
Loge terakhir yang didirikan terakhir sebelum tahun 1890 di Jawa adalah Loge “Veritas” di Probolinggo Jawa Timur.

Tokoh-Tokoh Indonesia Yang Terlibat di dalam Freemasonry
1. Raden Saleh dilantik pada tahun 1836 di loge Den Haag “Endracht Maakt Macht”
2. Abdul Rachman, keturunan dari Sultan Pontianak, dilantik tahun 1844 di Loge di Surabaya “De Vriendschap” dan Gedenkboek tahun 1917 terdapat keterangan bahwa dia adalah Mason pertama yang beragama Islam.
3. Pangeran Ario Soeryodilogo (1835-1900) menjadi anggota loge Mataram di Yogyakarta
4. Pangeran Ario Notokusuma (Paku Alam VI)
5. Pangeran Arionotodirojo (1858-1917). Masuk keanggotaan loge Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elit Jwa. Notodirojo seorang yang disegani dan dianggap sebaga pergerakan rakyat Jawa.
6. R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat, yang pada awal abad ke 20 memangku jabatan bupati Semarang dan Salatiga. Bukunya yang terkenal adalah Wat ik als Javaan voor geest en gemoed in de Vrijmetselarij heb gevonden.
7. Raden Adipati Tirto Koesoemo Bupati Karanganyar. Anggota Loge Mataram sejak tahun 1895. ketua pertama Boedi Oetomo. Pada kongres ke dua Boedi oetomo, yang diadakan di gedung Loge Mataram, ia mengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda.
8. A.H. van Ophusyen S.H. (1883-1956). Notaries dan anggota Dewan kota Batavia. Salah seorang pendiri dari indo Europees Verbond-Ikatan Indo Eropa. Wakil Suhu Agung untuk Indonesia.
9. Raden Mas Toemenggoen Ario Koesoemo Yoedha, 1882-1955, putra dari Pakoe Alam V. menjadi anggota loge Mataram pada tahun 1909 dan berkali-kali memegang jabatan kepengurusan. Pada tahun 1930 menjadi Anggota Pengurus Pusat.
10. Dr. Radjiman Wediodipoera (Wediodiningrat), 1879-1952. antara tahun 1906 dan 1936 dokter pada keratin Solo. Sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya. Pejabat ketua Boedi Oetomo 1914-1915. pada tahun 1945 memaainkan peranan penting sebagai ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Bersama Soekarno dan Hatta pergi mnemui Marsekal Terauchi dalam pembicaraan kemerdekaan Indonesia.Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Bogor, 1908. dalam tahun 1952 menjadi anggota dari loge Indonesia Purwo Daksia. Ia menjabat sebaia Kepala kepolisian RI . Soekanto menjadi Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Ia juga menjabat sebagai ketua dari Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stiching.
11. R.A.S Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, menjadi Ketua Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia pada 7 April 1955 (Hari berdirinya Tarekat Mason Indonesia).
12. R.A. Pandji Tjokronegoro, terdaftar sebagai anggota pada tahun 1908, hal ini dikuatkan dengan bukti dia merayakan Yubelium Mason Bebas pada 50 tahunnya Mason Bebas.

Tokoh Penjajah Belanda dalam Sejarah Indonesia yang Merupakan Member Freemason
1. Herman Willem Daendels, dilantik di Loge Kampen “Le Profond Silence”.
2. Thomas Stamford Raffles, pada tanggal 26 Juni 1813 diterima di dalam Tarekat oleh Engelhard, sedangkan diplomasinya ditandatangani oleh mason-mason bebas yang terkenal dan penguasa-penguasa colonial.
3. Johannes Van Den Bosch, dilantik di Loge De Vriendschap pada tahun 1830.

Loge-Loge atau Loji Yang Ada di Indonesia
1. Loge La Choisie di Batavia (1764-1766)
2. Loge La Fidele Sincerite (1767)
3. Loge La Virtuese (1769)
4. Loge La Constante et Fidele (1801) di Semarang
5. Loge De Vriendschap (1809) di Surabaya
6. Loge De Ster in Het Oosten (Loji Bintang Timur) di Batavia (1837)
7. Loge Matahari di Padang (1858)
8. Loge Princes Frederik der Nederlanden di Rembang (1871)
9. Loge L Union Frederic Royal di Surakarta (1872)
10. Loge Prins Frederik di Kota Raja Aceh pada tahun 1880
11. Loge Veritas di Probolinggo
12. Loge Arbeid Adelt di Makassar (1888)
13. Loge Excelsior di Bogor (1891)
14. Loge Tidar di Magelang (1891)
15. Loge St. Jan di Bandung (1896)
16. Loge Fraternitas di Salatiga (1896)
17. Loge Humanitas di Tegal (1898)
18. Loge Malang (1901)
19. Loge Blitar (1906)
20. Loge Kediri (1918)
21. Loge Het Zuinderkruis (Rasi Pari) di Batavia (1918)
22. Loge De Broerderketen (Segitiga) di Jember (1926)

Selain pendirian Loge sebagai sarana untuk menyampaikan misinya, para Freemason ini juga mendirikan sekolah-sekolah dan kesempatan belajar keluar negeri, berikut kita dapat kutip dari keterangan Dr. Th. Steven:
“Kaum Mason Bebas tidak hanya mendirikan sekolah-sekolah untuk kaum Indo yang miskin, tetapi juga memberi kesempatan kepada kaum muda Jawa yang berbakat untuk mengembangkan diri lebih lanjut melalui pendidikan di Eropa”. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 47).

Adapun tahun-tahun pendirian sekolah-sekolah Mason tersebut adalah sebagai berikut:
1875 di Semarang
1879 di Batavia
1885 di Yogyakarta, dua sekolah
1887 di Surakarta dan Magelang
1888 di Buitenzorg (Bogor)
1889 di Padang dan Probolinggo
1892 di Semarang, sekolah kedua
1897 di tegal
1898 di Bandung dan Manado
1899 di Aceh
1900 di Malang
1903 di Malang, sekolah kedua
1905 di Bandung, sekolah kedua
1907 di Blitar
1908 di Surabaya
1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makssar, Kediri
1926 di Malang, sekolah ketiga

Selain mendirikan sekolah-sekolah, para anggota Tarekat Mason Bebas di Indonesia ini juga mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah. Di semarang pada tahun 1875 di buka peprustakaan yang disebut “De Verlichting” dan pada tahun 1917 ditempatkan di Peprustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum. Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan di semua tempat yang ada loge. Pada tahun 1877 didirikan sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian:
1878 di Yogya
1879 di Surabaya
1882 di Salatiga
1889 di Probolinggo
1890 di Buitenzorg (Bogor)
1891 di Bandung
1892 di Menado
1895 di Manado
1897 di Tegal
1899 di Medan
1902 di Ambon
1902 di Malang
1908 di Magelang
1907 di Blitar

Eksisnya Yahudi di Indonesia Pasca Kemerdekaan
Jika Yahudi pra kemerdekaan yang tergabung di dalam Freemason itu hengkang setelah keputusan Presiden tentang organisasi terlarang Freemason, ternyata di kemudian hari Freemason ini kembali eksis setelah sembunyi-sembunyi. Modus operandi mereka mengaku sebagai keturunan Arab, umat awam pasti akan terkecoh karena Yahudi dan Arab dalam segi fisik tak jauh berbeda. Bukti eksisnya Yahudi ini dapat kita telusuri. Contoh paling mudah tentang eksisnya Yahudi serta Sinagognya, dapat kita lihat pada daerah Surabaya, tepatnya Jalan Kayon no. 4 Surabaya (dekatnya Delta Plaza Surabaya). Jika amati seksama bangunan di Kayon ini, maka kita dapat teliti bahawa gambar Bintang David itu sangat jelas terpampang pada bagian pagar dari sinagoga tersebut.
Bangunan yang sekilas tampak “sepuh” ini menurut keterangan warga pada hari Sabtu Agung, selalu dinyanyikan lantunan lagu rohani berbahasa Ibrani. Selain itu eksisnya sebuah Sinagoga di daerah Kembang Jepun (jika malam pusat kuliner :”Kiyaki”) pada nomor 4-6 , kita akan dapati sebuah Sinagoga terbuka yang sangat jelas. Dulu Sinagoga ini dipakai oleh Rita Aaron (peragawati dan model Surabaya) yang Yahudi untuk beribadat menyembah Yahweh (sebutan Tuhan oleh orang Yahudi).

Disesuaikan oleh Agung, dipublikasikan atas ijin langsung dari Mas Aris Hardinanto. Aslinya artikel ini dimuat pada http://arishardinanto.swaramuslim.com/more.php?id=58_0_1_0_M.

12
Mar
09

Konspirasi dalam Demokrasi dan Pemilu


…ia menciptakan berbagai bentuk partai dan organisasi yang berbakti pada Freemason Alam Semesta. Ia pun memainkan peranan yang besar di dalam pemilihan umum-pemilihan umum pada sebagian besar negara di dunia ini dengan cara-cara terselubung.
[Muhammad Fahim Amin, RAHASIA GERAKAN FREEMASONRY DAN ROTARY CLUB, halaman 26]

The second one, though, is made up of the happenings that are not revealed to the public. This is the world of the machinations by secret lodges and secret societies which interlink capital, politics, economy and religion. On this level nations are made, wars are instigated, presidents and leaders are put in office and, in case they don’t function, eliminated. [Jan van Helsing, SECRET SOCIETIES AND THEIR POWER IN 20th CENTURY, halaman 21]

Basically since there are only TWO possible choices in a so-called U.S. “democratic” election and since the Illuminati with their untold wealth CONTROL BOTH the Democrat and Republican parties, it really doesn’t matter who wins the election THE ILLUMINATI RULE!!! So if the Illuminati have the money and the power to “rig” every election, why would they go through so much trouble to get their CHOSEN CANDIDATE elected, since it doesn’t matter which candidate wins for the Illuminati to keep their power? Why don’t we ask them? [Michael Shore, THE ILLUMINATI ALWAYS WIN THE ‘ELECTION’, http://www.rense.com/general59/WIN.HTM%5D

Political freedom is an idea but not a fact. This idea one must know how to apply whenever it appears necessary with this bait of an idea to attract the masses of the people to one’s party for the purpose of crushing another who is in authority. This task is rendered easier of the opponent has himself been infected with the idea of freedom, so-called liberalism, and, for the sake of an idea, is willing to yield some of his power. It is precisely here that the triumph of our theory appears; the slackened reins of government are immediately, by the law of life, caught up and gathered together by a new hand, because the blind might of the nation cannot for one single day exist without guidance, and the new authority merely fits into the place of the old already weakened by liberalism. [Protocols of Zion, Protocols I point 6]

We shall assume to ourselves the liberal physiognomy* of all parties, of all directions, and we shall give that physiognomy a voice in orators who will speak so much that they will exhaust the patience of their hearers and produce an abhorrence of oratory. [Protocols of Zion, Protocols V point 9]

When we have accomplished our coup d’etat we shall say then to the various peoples: “Everything has gone terribly badly, all have been worn out with suffering. We are destroying the causes of your torment—nationalities, frontiers, difference of coinages. You are at liberty, of course, to pronounce sentence upon us, but can it possibly be a just one if it is confirmed by you before you make any trial of what we are offering you.” . . . Then will the mob exalt us and bear us up in their hands in a unanimous triumph of hopes and expectations. Voting, which we have made the instrument which will set us on the throne of the world by teaching even the very smallest units of members of the human race to vote by means of meetings and agreements by groups, will then have served its purposes and will play its part then for the last time by a unanimity of desire to make close acquaintance with us before condemning us. [Protocols of Zion, Protocols X point 4]

To secure this we must have everybody vote without distinction of classes and qualifications, in order to establish an absolute majority, which cannot be got from the educated propertied classes. In this way, by inculcating in all a sense of self-importance, we shall destroy among the goyim the importance of the family and its educational value and remove the possibility of individual minds splitting off, for the mob, handled by us, will not let them come to the front nor even give them a hearing; it is accustomed to listen to us only who pay it for obedience and attention. In this way we shall create a blind, mighty force which will never be in a position to move in any direction without the guidance of our agents set at its head by us as leaders of the mob. The people will submit to this regime because it will know that upon these leaders will depend its earnings, gratifications and the receipt of all kinds of benefits. [Protocols of Zion, Protocols X point 5]

In the near future we shall establish the responsibility of presidents. [Protocols of Zion, Protocols X point 11]

In order that our scheme may produce this result we shall arrange elections in favor of such presidents as have in their past some dark, undiscovered stain, some “Panama” or other—then they will be trustworthy agents for the accomplishment of our plans out of fear of revelations and from the natural desire of everyone who has attained power, namely, the retention of the privileges, advantages and honor connected with the office of president. The chamber of deputies will provide cover for, will protect, will elect presidents, but we shall take from it the right to propose new, or make changes in existing laws, for this right will be given by us to the responsible president, a puppet in our hands. Naturally, the authority of the presidents will then become a target for every possible form of attack, but we shall provide him with a means of self-defense in the right of an appeal to the people, for the decision of the people over the heads of their representatives, that is to say, an appeal to that some blind slave of ours—the majority of the mob. Independently of this we shall invest the president with the right of declaring a state of war. We shall justify this last right on the ground that the president as chief of the whole army of the country must have it at his disposal, in case of need for the defense of the new republican constitution, the right to defend which will belong to him as the responsible representative of this constitution. [Protocols of Zion, Protocols X point 13]

Artikel ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pertama tentang demokrasi, kedua tentang pemilu, dan ketiga, tentang konspirasi dalam masalah demokrasi dan pemilu, sesuai dengan pandangan saya yang didukung berbagai referensi yang bisa mendukung saya yang mungkin bisa dibilang anti demokrasi, sedangkan untuk referensi dari pendukung demokrasi, saya anggap tak perlu. Demokrasi (yang diterapkan secara kaffah, bukan setengah-setengah) menjamin dan melindungi pilihan saya ini, tidak perlu melakukan cover both-sides untuk bersuara, karena pemilu pun tidak mensyaratkan orang yang cukup paham politik untuk memberikan suaranya. Semoga dimaklumi. Jikapun ada yang memandang saya Hipokrit karena anti demokrasi tapi bersuara dalam jaminan demokrasi, ya itu wajar-wajar saja, siapapun boleh ngomong semaunya dalam suasana yang demokratis ini.

BAGIAN PERTAMA: DEMOKRASI

Demokrasi katanya berasal dari bahasa Yunani Demos dan Kratos/Kratein, dan sejak SD (kalau belum diubah) selalu diberikan definisi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Bagi yang Islam (maaf bagi yang non muslim, tapi saya menyatakan ini karena demokrasi bisa juga berarti suara mayoritas, jadi jangan tersinggung ya…), tolong cek apakah ini bukan sebuah bentuk kesesatan karena sepanjang pengetahuan saya, manusia dalam kehidupannya di dunia ini harus mengikuti perintah Alloh (dari Alloh), dengan cara yang disampaikan-Nya kepada Umat-Nya melalui Nabi-Nya (sederhananya saya sebut “oleh Alloh”), dan bertujuan untuk menggapai ridho Alloh serta dikembalikan pertanggunggjawabannya pada Alloh pada pengadilan di Yaumil Hisab nanti (sederhananya saya sebut “untuk Alloh”). Itu yang gampangnya saya pahami kenapa kita dilahirkan di dunia ini.

Demokrasi sejak lama menjadi bulan-bulanan baik orang Islam maupun orang kafir. Jika saya mengutip pendapat ulama-ulama anti demokrasi, saya agak khawatir nanti blog ini dibilang blog wahhabi, blog salaf, blog islam fundamentalis/radikal (yang sebenarnya saya pengen banget), karena itu disini saya akan menunjukkan kutipan-kutipan dari orang non-Muslim yang juga tentu saja anti demokrasi sebagai berikut: [diambil dari situs http://www.liberty-page.com/quotes/dem.html%5D

“We are now forming a Republican form of government. Real Liberty is not found in the extremes of democracy, but in moderate governments. If we incline too much to democracy, we shall soon shoot into a monarchy, or some other form of dictatorship.”–Alexander Hamilton

…democracies have ever been spectacles of turbulence and contention; have ever been found incompatible with personal security or the rights of property; and have in general been as short in their lives as they have been violent in their deaths.”–James Madison, Federalist No. 10 (arguing in favor of a constitutional republic)

Remember, democracy never lasts long. It soon wastes, exhausts, and murders itself. There never was a democracy yet that did not commit suicide.”– John Adams, 1814

The adoption of Democracy as a form of Government by all European nations is fatal to good Government, to liberty, to law and order, to respect for authority, and to religion, and must eventually produce a state of chaos from which a new world tyranny will arise.”– Duke of Northumberland, 1931

Between a balanced republic and a democracy, the difference is like that between order and chaos.”– John Marshall, Chief Justice of the Supreme Court

I have long been convinced that institutions purely democratic must, sooner or later, destroy liberty or civilization, or both.”– Thomas Babington Macaulay

A democracy cannot exist as a permanent form of government. It can only exist until a majority of voters discover that they can vote themselves largess out of the public treasury.”– Alexander Tytler

Democracy is a form of worship. It is the worship of jackals by jackasses.”– H.L. Mencken

It had been observed that a pure democracy if it were practicable would be the most perfect government. Experience had proved that no position is more false than this. The ancient democracies in which the people themselves deliberated never possessed one good feature of government. Their very character was tyranny; their figure deformity.”– Alexander Hamilton

Democracy is the art of running the circus from the monkey cage.”– H.L. Mencken

Democracy means simply the bludgeoning of the people by the people for the people.”– Oscar Wilde

Any political party that includes the word ‘democratic’ in its name, isn’t.”– Patrick Murray

Democracy is a pathetic belief in the collective wisdom of individual ignorance.”– H.L. Mencken

If we advert to the nature of republican government, we shall find that the censorial power is in the people over the government, and not in the government over the people.”– James Madison

The one pervading evil of democracy is the tyranny of the majority, or rather of that party, not always the majority, that succeeds, by force or fraud, in carrying elections.”– Lord Acton

Democracy substitutes election by the incompetent many for appointment by the corrupt few.”– George Bernard Shaw

All the civilizations we know have been created and directed by small intellectual aristocracies, never by people in the mass. The power of crowds is only to destroy.”– Jean de la Fontaine, Fables (1668)

If all mankind minus one were of one opinion, and only one person were of the contrary opinion, mankind would be no more justified in silencing that one person, than he, if he had the power, would be justified in silencing mankind.”– John Stuart Mill, On Liberty (1859)

It is bad to be oppressed by a minority, but it is worse to be oppressed by a majority…from the absolute will of an entire people there is no appeal, no redemption, no refuge but treason.”– Lord Acton

The people as a body cannot deliberate. Nevertheless, they will feel an irresistible impulse to act, and their resolutions will be dictated to them by their demagogues… and the violent men, who are the most forward to gratify those passions, will be their favorites. What is called the government of the people is in fact too often the arbitrary power of such men. Here, then, we have the faithful portrait of democracy.”– Fisher Ames, The Dangers of American Liberty (1805)

The tendencies of democracies are, in all things, to mediocrity, since the tastes, knowledge, and principles of the majority form the tribunal of appeal.”– James Fenimore Cooper, The American Democrat (1838)

See? Bukan cuma orang Salaf dan Wahhabi (seperti tuduhan orang-orang picik yang anti 2 kelompok itu, bahkan sering menyandingkannya dengan kelompok teroris) saja yang tidak bisa menerima demokrasi. Selain itu, demokrasi ternyata juga bukan cuma ada satu macam, tapi bermacam-macam (di buku Sejarah SD sampai SMA saya kayaknya kok belum pernah saya baca ya, hehehe… Hayo departemen pendidikan nasional, direvisi bukunya hayo…), berikut ini daftar tipe-tipe demokrasi yang terdaftar di Wikipedia sampai saya download tanggal 20 Oktober 2008 lalu:

Anticipatory democracy, which relies on some degree of disciplined and usually market-informed anticipation of the future, to guide major decisions.

Athenian democracy (sometimes called classical democracy), as originally developed in the Classical Greek city-state of Athens.

Bioregional democracy, matching geopolitical divisions to natural ecological regions.

Constitutional democracy, democracy governed by a constitution.

Defensive democracy, a situation in which a democratic society has to limit some rights and freedoms in order to protect the institutions of the democracy.

Deliberative democracy, which focuses on hearing out every policy alternative, from every direction, and providing time to research them all.

Demarchy, a form of democracy which has people randomly selected from the citizenry to either act as representatives, or to make decisions in specific areas of governance (defense, environment, etc.)

E-democracy, which comprises the use of electronic communications technologies, such as the Internet, in enhancing democratic processes within a democratic republic or representative democracy.

Emergent democracy, a social system in which blogging undermines mainstream media.

Democratic centralism, an organizational method where members of a political party discuss and debate matters of policy and direction and after the decision is made by majority vote, all members are expected to follow that decision in public.

Democratic dictatorship Also known as democratur.

Direct democracy, implementations of democracy in more pure forms; classically termed pure democracy.

Dominant-party system, a Democratic Party system where only one political party can realistically become the government, by itself or in a coalition government.

Economic democracy, a theory of democracy involving people having access to subsistence, or equity in living standards.

Grassroots democracy, a form of democracy emphasizing trust in small decentralized units at the municipal government level, possibly using urban secession to establish the formal legal authority to make decisions made at this local level binding.

Illiberal democracy, a type of representative democracy where there are no or only weak limits on the power of the elected representatives to rule as they please.

Interactive Democracy, a proposed form of democracy utilising information technology to allow citizens to propose new policies, “second” proposals and vote on the resulting laws (that are refined by Parliament) in a referendum.

Jacksonian democracy, a form of democracy popularized by President Andrew Jackson promoted the strength of the executive branch and the Presidency at the expense of Congressional power.

Jeffersonian democracy, a form of government named for American statesman Thomas Jefferson.

Liberal democracy, a form of representative democracy with protection for individual liberty and property by rule of law.

Market democracy, another name for democratic capitalism, an economic ideology based on a tripartite arrangement of a market-based economy based predominantly on economic incentives through free markets, a democratic polity and a liberal moral-cultural system which encourages pluralism.

Multiparty democracy, a two-party system requires voters to align themselves in large blocs, sometimes so large that they cannot agree on any overarching principles.

New Democracy, a Maoist concept based on Mao Zedong’s “Bloc of Four Classes” theory in post-revolutionary China.

Non-partisan democracy, a system of representative government or organization such that universal and periodic elections (by secret ballot) take place without reference to political parties.

Parliamentary democracy, a democratic system of government where the executive branch of a parliamentary government is typically a cabinet, and headed by a prime minister who is considered the head of government.

Participatory democracy, which involves consent or consensus decision making and offers greater political representation, e.g., wider control of proxies others trust them with, to those who get directly involved and actually participate.

Radical democracy, a type of democracy that focuses on the importance of nurturing and tolerating difference and dissent in decision-making processes.

Religious democracy, the values of religion play a role in the public arena in a society populated by religious people.

Republican democracy, a republic which has democracy through elected representatives

Representative democracy describes indirect democracy where sovereignty is held by the people’s representatives.

Social democracy, a political philosophy that calls upon government to be for the people. In contrast to Socialists, modern Social Democrats do not believe in nationalizing industry

Sociocracy, a democratic system of governance based on consent decision making, circle organization, and double-linked representation.

Sortition, a democratic method of choosing political and administrative officials, advocated by Aristotle, and used in classical Athens and Venice, which is based on the drawing of lots as opposed to election by vote.

Soviet democracy or Council democracy, a form of democracy where the workers of a locality elect recallable representatives into organs of power called soviets (councils.) The local soviets elect the members of regional soviets who go on to elect higher soviets.

Totalitarian democracy, a system of government in which lawfully elected representatives maintain the integrity of a nation state whose citizens, while granted the right to vote, have little or no participation in the decision-making process of the government.

Westminster democracy, a parliamentary system of government modeled after that of the United Kingdom system.

Workplace democracy, the application of democracy to the workplace as opposed to conventional top-down management hierarchy.

See? Bukankah ini membingungkan bagi siapa saja yang mau mengaplikasikan demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan dalam suatu negara? Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menerapkan demokrasi, 2 diantaranya yaitu: a. kita harus mempelajari semua tipe demokrasi yang ada dengan cara seksama (ingat, ini untuk diterapkan dalam suatu negara, bukan untuk bahan ujian mata pelajaran PPKN) dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (ingat, negara tanpa sistem pemerintahan baku, sesingkat apapun masa vakum tersebut, sama saja dengan tidak ada negara). b. setelah memahami dengan jelas semua tipe demokrasi, saatnya memilih tipe mana yang akan diambil untuk diterapkan, dan tentunya memilih satu diantara sekian banyak pilihan bukanlah sebuah hal yang mudah.

Itu saja tentang demokrasi, sebab akan menjadi terlalu bertele-tele jika saya tuliskan semua hal yang perlu diketahui dari demokrasi, anda-anda yang mengapresiasi blog ini tentu bukan orang-orang malas yang tidak bisa mencari referensi tentang demokrasi yang umum dijual di toko-toko buku langganan anda (yang langganannya toko buku lho, kalau langganannya diskotik ya ngga ikut-ikut saya, hehe). OK, saatnya menuju bagian kedua yang tak kalah seru, pemilu.

BAGIAN KEDUA: PEMILU

Saya tak merasa perlu memberikan definisi pemilu karena tiap lima tahun sekali kita sudah melaksanakannya, bahkan dalam suasana penuh kebahagiaan karena berlabel pesta rakyat, haha, yang pesta siapa yang nangis siapa… Ada-ada aja istilahnya.

Langsung saja, banyak kerancuan dalam pemilu, berikut ini 15 diantaranya sebagai berikut: [diambil dari daftar isi (bukan berarti saya ngga membaca isinya lho) buku MEMBONGKAR DOSA-DOSA PEMILU: PRO KONTRA PRAKTIK PEMILU PERSPEKTIF SYARIAT ISLAM (TANWIR AL-DHULUMAT BI KASYFI MAFASID WA SYBUHAT AL-INTIKHABA) karya Abu Nasr Muhammad Al-Imam.]

1. Kerancuan pertama: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa secara umum demokrasi sesuai dengan islam

2. Kerancuan kedua: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa pemilihan umum sudah ada pada masa awal

3. Kerancuan ketiga: para pendukung pemilihan umum membolehkan mengambil sebagian aturan jahiliyah

4. Kerancuan keempat: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa pemilihan umum adalah masalah ijtihadiyah

5. Kerancuan kelima: para pendukung pemilihan umum memasukan pemilihan umum dalam kategori masalah murasalah

6. Kerancuan keenam: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa pemilu dan partai hanyalah kemasan (wadah) bukan substansi

7. Kerancuan ketujuh: para pendukung pemilu berdalalih menyatakan bahwa mereka berpartisi dalam pemilihan umum untuk kebaikan

8. Kerancuan kedelapan: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa mereka mengikuti pemilu untuk mendirikan kedaulatan Islam

9. Kerancuan kesembilan: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa pemilihan umum adalah cara menegakkan syariat secara periodik tidak langsung

10. Kerancuan kesepuluh: para pendukung pemilihan umum menyatakan bahwa dengan pemilihan umum mereka akan meng-amandemen undang-undang sekuler menjadi undang-undang Islami

11. Kerancuan kesebelas: para pendukung pemilihan umum menyatakan, “kami tidak akan membiarkan musuh menguasai kepemimpinan.”

12. Kerancuan keduabelas: para pendukung pemilihan umum menyatakan, “kami dipaksa mengikuti pemilu dan masuk parlemen.”

13. Kerancuan ketigabelas: para pendukung pemilu mengatakan, “partisipasi kami dalam pemilu karena alasan darurat.”
14. Kerancuan keempatbelas: para pendukung pemilu mengatakan, “kami mendukung pemilu karena pertimbangan memilih bahaya yang paling ringan.”

15. Kerancuan kelimabelas: para pendukung pemilu mengatakan bahwa pemilu telah ditiadakan oleh para ulama senior

Kemudian, amat banyak kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari cara pemungutan suara, di antaranya: [diambil dari artikel berjudul SYUBHAT-SYUBHAT SEKITAR MASALAH DEMOKRASI DAN PEMUNGUTAN SUARA yang dimuat di http://www.almanhaj.or.id/.%5D

1. Termasuk perbuatan syirik kepada Allah.
2. Menekankan suara terbanyak.
3. Anggapan dan tuduhan bahwa dinul Islam kurang lengkap.
4. Pengabaian wala’ dan bara’.
5. Tunduk kepada Undang-Undang sekuler.
6. Mengecoh (memperdayai) orang banyak khususnya kaum Muslimin.
7. Memberikan kepada demokrasi baju syariat.
8. Termasuk membantu dan mendukung musuh musuh Islam yaitu Yahudi dan Nashrani.
9. Menyelisihi Rasulullah dalam metoda menghadapi musuh.
10. Termasuk wasilah yang diharamkan.
11. Memecah belah kesatuan umat.
12. Menghancurkan persaudaraan sesama Muslim.
13. Menumbuhkan sikap fanatisme golongan atau partai yang terkutuk.
14. Menumbuhkan pembelaan membabi buta (jahiliyah) terhadap partai-partai di golongan mereka.
15. Rekomendasi yang diberikan hanya untuk kemaslahatan golongan.
16. Janji janji tanpa realisasi dari para calon hanya untuk menyenangkan para pemilih.
17. Pemalsuan-pemalsuan dan penipuan-penipuan serta kebohongan-kebohongan hanya untuk meraup simpati massa.
18. Menyia-nyiakan waktu hanya untuk berkampanye bahkan terkadang meninggalkan kewajiban (shalat dan lain-lain).
19. Membelanjakan harta tidak pada tempat yang disyariatkan.
20. Money politics, si calon menyebarkan uang untuk mempengaruhi dan membujuk para pemilih.
21. Terperdaya dengan kuantitas tanpa kualitas.
22. Ambisi merebut kursi tanpa peduli rusaknya aqidah.
23. Memilih seorang calon tanpa memandang kelurusan aqidahnya.
24. Memilih calon tanpa perduli dengan syarat-syarat syar’i seorang pemimpin.
25. Pemakaian dalil-dalil syar’i tidak pada tempatnya, di antaranya adalah ayat-ayat syura yaitu Asy-Syura’: 46.
26.Tidak diperhatikannya syarat-syarat syar’i di dalam persaksian, sebab pemberian amanat adalah persaksian.
27. Penyamarataan yang tidak syar’i, di mana disamaratakan antara wanita dan pria, antara seorang alim dengan si jahil, antara orang-orang shalih dan orang-orang fasiq, antara Muslim dan kafir.
28. Fitnah wanita yang terdapat dalam proses pemungutan suara, di mana mereka boleh dijadikan sebagai salah satu calon! Padahal Rasulullah telah bersabda: “Tidak beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada kaum wanita”. [Hadits Riwayat Bukhari dari Abu Bakrah]
29. Mengajak manusia untuk mendatangi tempat-tempat pemalsuan.
30. Termasuk bertolong-tolongan dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
31. Melibatkan diri dalam perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
32. Janji-janji palsu dan semu yang disebar.
33. Memberi label pada perkara-perkara yang tidak ada labelnya seperti label partai dengan partai Islam, pemilu Islami, kampanye Islami dan lain-lain.
34. Berkoalisi atau beraliansi dengan partai-partai menyimpang dan sesat hanya untuk merebut suara terbanyak.
35. Sogok-menyogok dan praktek-praktek curang lainnya yang digunakan untuk memenangkan pemungutan suara.
36. Pertumpahan darah yang kerap kali terjadi sebelum atau sesudah pemungutan suara karena memanasnya suasana pasca pemungutan suara atau karena tidak puas karena kalah atau merasa dicurangi.

Itu saja dulu sudah cukup saya kira. Sekiranya tidak menjadi terlalu panjang, tentu saya akan membahas poin-per-poin diatas. Anda bisa cari buku MEMBONGKAR DOSA-DOSA PEMILU: PRO KONTRA PRAKTIK PEMILU PERSPEKTIF SYARIAT ISLAM yang hampir mirip poin-poinnya, insyaAlloh masih mudah mencarinya, tak seperti mencari buku TAREKAT MASON BEBAS, haha. Saatnya menuju bagian ketiga, bagian yang paling saya sukai, konspirasi…

BAGIAN KETIGA: KONSPIRASI

Demokrasi, sebagai sebuah sistem buatan manusia, tentu tak lepas dari vulnerabilities seperti halnya software bikinan Microsoft yang rentan dengan bug sehingga sistem keamanan situs KPU 2004 beberapa saat lalu bisa hacked and cracked oleh seorang hacker dari daerah Kebumen bernama Dani Firman Syah a.k.a Xnuxer, yang juga penulis buku TIP & TRIK COMPUTER HACKING: HACKING & CARA PENGAMANANNYA buku 1 & 2 [makanya denger nasehat Susanto alias S’to dalam bukunya SIH / SENI INTERNET HACKING: UNCENSORED terbitan Jasakom, dan buat admin situs KPU jangan terlalu arogan dong, sok-sokan bilang security-nya tak bisa ditembus. Ngga ada sistem yang benar-benar aman, sekalipun computer anda offline.]

“Gung, apa hubungannya sama hacking?” Hehe, bagus kalau ada yang menanyakan gitu. Saya baru saja menonton sebuah film documenter bagus yang berhubungan dengan hacking maupun demokrasi, yaitu HACKING DEMOCRACY, yang menunjukkan kecurangan-kecurangan yang terjadi pada pemilu di negara yang dianggap penjaga demokrasi bernama Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai Uncle Sam (Samiri kali yaw?), atau menurut P.J. O’Rourke dalam bukunya PARLIAMENT OF WHORES: A LONE HUMORIST ATTEMPTS TO EXPLAIN THE ENTIRE U.S. GOVERNMENT disebut “Uncle Sucker”.

HACKING DEMOCRACY menceritakan bagaimana suara hasil pemilu dimanipulasi oleh hacker sehingga hasilnya – belakangan setelah dilakukan investigasi oleh seorang nenek bernama Bev Harris yang didukung kelompok aktivis dari Seattle yang dimulai dengan pertanyaan sederhana “bagaimana penghitungan suara dilakukan” – dianggap tidak valid, dan berikut ringkasannya:

Mereka memulai segalanya dari Florida dan California hingga ke Ohio dan negara bagian Washington untuk mencari kebenaran. Perjalanan ini difilmkan oleh Simon Ardizzone, Robert Cohens, dan Russell Michaels untuk membongkar sebuah sistem busuk yang dipenuhi teka-teki mengenai pegawai pemilu yang tidak kompeten, yang tidak bekerja akurat serta bagaimana mesin penghitung suara yang dapat dirancang untuk mencuri hasil suara pemilu. Harris dan para aktivis temannya [juga dibantu beberapa computer scientist] membongkar kelemahan sistem mesin penghitung suara pemilu yang diproduksi perusahaan DIEBOLD.

Mereka mencari dan meneliti lebih lanjut hingga ke kantor pengurus pemilu di Florida. Harris dan para aktivis tersebut [dibantu seorang hacker dari Finlandia] melakukan serangkaian pengetesan terhadap mesin penghitung suara yang selama ini digunakan dalam pemilu yang diklaim bebas serta aman dan terpercaya. Hasil membuktikan bahwa hasil suara dalam mesin tersebut dapat dengan mudah dicuri dan dirubah datanya sesuai dengan keinginan yang berkepentingan, hanya dengan memory card berisi script untuk kegiatan tersebut.

HACKING DEMOCRACY menunjukan dengan gamblang adanya rahasia, kroniisme, dan konspirasi terhadap pemilu yang dilakukan perperiodenya selama ini baik di Amerika dan kemungkinan besar di Negara penganut demokrasi lainya.

See? Di Amerika yang dikatakan sebagai penjaga Demokrasi dan kekritisan warganya sudah tinggi saja masih bisa terjadi kecurangan seperti itu, apalagi di satu negara yang warganya sedikit sekali membaca tapi banyak komentar, ngga usah sebut contoh ya, ntar dibilang ngga nasionalis, hahahaha. Nasionalisme lagi, emang negara adalah segala-galanya apa? Right or wrong my country, haha, untung dalam Islam diajarkan bahwa yang BENAR TETAPLAH BENAR dan yang SALAH TETAPLAH SALAH. Itukah nasionalisme anda? Apa bedanya dengan cinta buta anak ABG yang baru “kenal” cinta? Saya memang cinta Indonesia, tapi saya lebih cinta Islam dan Yang Mewahyukannya, yang mengajarkannya, serta yang membelanya, tanpa perlu harus memuja budaya Arab atau Arab secara keseluruhan, seperti yang sering dituduhkan musuh-musuh Islam, emangnya semua yang berbau Arab pasti Islam po? Baca sejarah yang kritis dong, Abu Jahal dan Abu Lahab orang mana? Pakaiannya saya yakin tak beda jauh dengan Nabi SAW karena pernah sezaman, tapi apa kita akan mengatakan dua cecunguk itu orang Islam atau Islami hanya karena mereka orang Arab? Nah, itulah jeleknya nasionalisme, ngga objektif. Ngga usah protes dan bilang saya bawa-bawa agama, ini hak saya dalam negara demokrasi, apalagi agama saya termasuk mayoritas dalam jumlah, berarti dalam konteks demokrasi harus menang dong, kecuali jika demokrasi ngga lebih dari sekedar omong kosong saja.

Saya kira cukup satu contoh saja konspirasinya, anda yang cerdas dan kreatif pasti bisa mencari contoh lain dari negara kita sendiri. Saya hanya memberikan trigger, saya tak ingin mencekoki anda dengan materi jadi yang tak perlu dikembangkan dan diriset lagi, karena Conspiratorial View of History (menurut A. Ralph Epperson dalam buku THE UNSEEN HAND yang sedang dalam proses penerjemahan untuk dicetak oleh mr Joe Jussac kedalam bahasa Indonesia) akan menjadi tak ada gunanya lagi jika saya lakukan itu. Menjadi basi seperti halnya undang-undang di sebuah negara yang katanya penjunjung demokrasi, tapi siap menindak mereka-mereka yang mempropagandakan untuk golput pada pemilu, seolah-olah golput itu bukan sebuah pilihan, tapi malah melindungi aliran-aliran sesat yang jauh lebih merusak atas nama demokrasi, standar yang aneh. Apalagi, kutipan ayat-ayat dari Protocols of Zion diatas bisa menjadi bahan dasar untuk menge-check and recheck bau konspirasinya, bukan sekedar pemanis artikel ini saja. Semoga artikel ini bermanfaat, amien. Ada kurangnya mohon maaf, ada lebihnya mohon dibagi.

*) physiognomy: (Technical) The general appearance of a person’s face [LONGMAN DICTIONARY OF CONTEMPORARY ENGLISH, halaman 1233]

Terimakasih untuk seorang sahabat yang minta untuk tidak dipublikasikan identitasnya yang sudah membantu membuatkan summary film HACKING DEMOCRACY, sekaligus mencarikan artikel-artikel yang relevan tentang demokrasi.

Untuk dek Imel dari Blog Bening Hati, ini janji saya. Saya tunggu artikel sampeyan di blog anda yang pro demokrasi, jadi bagi para pembaca yang penasaran bisa membandingkan. Artikel ini saya buat bersamaan dengan saya menulis respon untuk salah satu artikel di blog tersebut yang berjudul ISLAM BANGET! TARBIYAH BANGET! PKS BANGET!

Pada kesempatan mendatang saya insyaAlloh akan membahas masalah HAM, yang jadi satu paket dengan demokrasi.

Referensi:

A. Ralph Epperson, THE UNSEEN HAND
Abdul Ghany bin Muhammad ar-Rahl, AKTIVIS PARTAI KORBAN FATAMORGANA DEMOKRASI
Abu Nashr Muhammad al-Imam, MEMBONGKAR DOSA-DOSA PEMILU
Adian Husaini, WAJAH PERADABAN BARAT
Hafizh Shalih, MENGADILI DEMOKRASI
Henry Ford, THE INTERNATIONAL JEW ABRIDGED EDITION AND THE PROTOCOLS OF THE ELDERS OF ZION
Muhammad Fahim Amin, RAHASIA GERAKAN FREEMASONRY DAN ROTARY CLUB
Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim al Maqdisi, AGAMA DEMOKRASI
Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur al-‘Udaini, MEMBONGKAR KEDOK AL QARADHAWI
P. J. O’Rourke, PARLIAMENT OF WHORES
HACKING DEMOCRACY
http://www.almanhaj.or.id/
http://www.liberty-page.com/
http://www.rense.com/
http://www.wikipedia.com/
Dan sumber-sumber lain yang maaf saya kurang cermat dokumentasinya

Ditambahkan pada 06 Desember 2008: Kata munafik saya ganti menjadi hipokrit (lihat kata hipokrit yang berwarna merah diatas) karena koreksi dari kang Soelfan akhirzaman.info. Terimakasih untuk kritiknya.

Posted in AGOENG P, CONSPIRACY, ENGINEERING, FREEMASONRY, IDEOLOGY, ILLUMINATI, MIND CONTROL, THEORY

12
Mar
09

2 versi 10 program Freemasonry Internasional

A.D. El Marzdedeq dalam bukunya JARINGAN GELAP FREEMASONRY: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA HINGGA KE INDONESIA halaman 77-91, dan Abdullah Pattani dalam bukunya FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA halaman 17-19 yang dikutip oleh Ustadz Irfan S. Awwas dan Muhammad Thalib dalam buku DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI PANCASILA: MENGUAK TABIR PEMIKIRAN POLITIK FOUNDING FATHER RI halaman 142-144, Freemasonry mempunyai 10 Program Internasional. Berikut ini saya cantumkan kedua versi Sepuluh program dari Freemasonry tersebut. Komentar dalam tanda [ ] merupakan komentar dari saya (Agung).

Versi buku JARINGAN GELAP FREEMASONRY: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA HINGGA KE INDONESIA:

Program ini dalam istilah Freemasonry dinamakan Harar atau Satanim, berlambangkan gurita berkaki sepuluh ular berbisa berkepala sepuluh, dan hantu penerkam berkuku baja. Kesepuluh program tersebut yaitu:

Program Pertama

Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim, yaitu:

1. Pada masa Isa a.s.

Orang-orang Yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji “ingin menjadi Raja Yahudi”yang disampaikan pada penguasa Romawi. Tetapi Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan gantinya Yudas tersalib di Golgota. Maka setelah tiadanya nabi Isa a.s., Yahudi berusaha menghancurkan ajaran [melalui Paulus dari Tarsus yang berebut pengaruh dengan Yesus dalam buku THE 100 karya Michael H. Hart yang tentu saja bukan orang Islam.] yang sudah disebarkan dengan “Takkim” yaitu:

a. Merusak ajarannya yang ada seperti menghalalkan yang halal dan sebaliknya.
b. Merusak akidah dengan doktrin Trinitas
c. Merusak Injil yang ada dengan Injil palsu
d. Saul (Paulus) dijadikan tandingan Nabi Isa a.s. [cek komentar saya sebelumnya]

2. Pada Masa Islam

a. Pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Muhadin. Mereka diantaranya berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah kaum Anshor dan Muhajirin.
b. Memecah belah Ali r.a dan Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan.
c. Membuat ratusan hadist-hadist palsu, memasukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan sebagainya
d. Mendangkalkan aqidah umat dengan filsafat Yunani sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat sufi, mu’tazilah dan sebagainya. Maka datanglah filsuf-filsuf Islam yang menguraikan akidah Islam dengan jalan filsafat Yunani, menuruti pikiran Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan lainnya. [tak perlu dibahas lebih jauh, filsafat takkan ada habisnya selama orang masih punya otak. Silakan gunakan otak filsafat itu untuk berdebat di pengadilan Yaumil Hisab nanti kalau berani.]
e. Membuat lembaga pendidikan Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry yang menafsirkan Al-Quran dan Al-Hadist dengan alam pikiran Freemasonry. [cek buku ADA PEMURTADAN DI IAIN karya Ustadz Hartono Ahmad Jaiz, pertimbangkan pengiriman dosen-dosen perguruan tinggi “Islam” ke misalnya, Universitas Leiden, McGill, Harvard, Sorbonne, dll di negeri barat lainnya untuk memperdalam ilmu “Islam” nya.]
f. Menghidupkan sunnah-sunnah jahiliah dengan alasan melestarikan adat istiadat nenek moyang. [pertimbangkan tahlilan, kenduri memperingati 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 1000 hari, dst.]
g. Menjadikan Islam supaya tasyabbuh dengan Nasrani dan agama lain, diantaranya dengan memasukkan bentuk nyanyian Gereja ke Masjid, ulang tahun dan sebagainya [apakah memperdengarkan nasyid dalam acara-acara keagamaan di Masjid bisa dimasukkan kategori ini?]

Program Kedua

Program kedua dinamakan “Shada” dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.

Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk kembali ke Al-Quran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak penjajah Inggris bekerja sama dengan Freemasonry mendirikan gerakan anti Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama bayaran anggota Freemasonry. Ditunjuknya seorang Freemason “Mirza Ghulam Ahmad”, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman, Budha Awatara, Krisna, dan semacamnya.

Rabithah Alam Islami yang bersidang di Makkah 14-18 Rabi’ul Awwal 1394 memutuskan bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam dan berkaitan dengan Zionisme.

Dan kasus-kasus “aliran sesat Islam” yang beredar di Indonesia seperti sholat dua bahasa [Gimana Gus?] dan lainnya, kemungkinan besar berkaitan dengan program Freemasonry.

Program Ketiga

Program ketiga dinamakan Parokim, dalam istilah Freemasonry:

a. Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan [cermati LSM-LSM beraliran “kiri” yang bertentangan secara ideologis dengan LSM-LSM “kanan”, mereka dapat dana gerakan dari mana]. Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal, tetapi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry. [Pertimbangkan Opus Supremus, Rotary Club, Lions Club, JIL, dan sebagainya.]
b. Mendukung teori-teori bertentangan. [Cek kelahiran Komunisme dan Fascisme, teori linguistik Behaviourisme dan Transformative-Generative, dll]
c. Membangkitkan khurafat dan menyiarkan teori Sigmund Freud [psikologi yang dikembangkan dari naluri sex] dan Charles Darwin [evolusionisme yang banyak dibantah oleh kalangan beragama, dari Islam misalnya Harun Yahya dengan berbagai bukunya, dari Kristen misalnya Caryl Matrisciana dan Roger Oakland dengan bukunya THE EVOLUTION CONSPIRACY: REVEALING THE HIDDEN AGENDA TO DECEIVE MANKIND] sehingga antara antara Ilmu pengetahuan dan agama bersaing, kalah mengalahkan. [cek misalnya dalam novel Dan Brown, ANGELS AND DEMONS]

Program Keempat

Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry :

a. Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual [See? Apakah pergaulan bebas terjadi begitu saja secara KEBETULAN, bukannya tanpa scenario?]
b. Menghapus hukum yang melarang kawin antar-agama untuk menurunkan generasi bebas agama [salah satu program JIL]
c. Pengambangan pendidikan seks di sekolah-sekolah
d. Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal “kedudukan waris” dan “pakaian” [salah satu program JIL]
e. Menggembalakan pemuda-pemudi ke dunia khayali, dunia musik, dan narkoba. [see? Pertimbangkan dunia keartisan.] Serta membuat bet satan (rumah setan) untuk menampung pemuda-pemudi kedalamnya. [cermati beberapa diskotik peredaran narkoba dan miras, diskotik tempat mencari mangsa untuk anggota Gereja Setan yang pernah menggegerkan Jakarta dan Manado.]
e. Mengorganisir kaum lesbian, gay, [ingat lagi insiden yang dilakukan oleh unsur mahasiswa IAIN Semarang] Lutherian serta pengakuan hak mereka dalam hukum. [cermati komentar-komentar oleh aktivis HAM yang membela mati-matian kepentingan mereka, apakah karena mereka memang ingin memanusiakan “manusia” ataukah kerena berada dalam satu team dengan kepentingan yang sejalan, atau yang lebih parah, apa karena dibayar?]

Program Kelima

Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi. [Apakah ini sebuah peringatan atau ancaman terhadap anda yang berjiwa “nasionalis”? Apa-apa demi Negara, kapan demi Alloh atau demi Agama Islam nya? Apakah anda yang Nasionalis memahami bahwa kalian itu sedang dipecah belah? Buka mata anda, saudara-saudaraku sesama manusia…]

Program Keenam

Program Keenam ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry:

a. Mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (orang selain Yahudi) [pertimbangkan kembali program KB bagi anda umat Islam, dan ingatlah sebuah hadits yang menyuruh muslimin-muslimat untuk mempunyai keturunan yang banyak agar kelak bisa dibanggakan Nabi Muhammad diantara umat nabi-nabi yang lain. Baca sebuah buku kecil berjudul UPAYA MUSUH MENGHANCURKAN ISLAM MELALUI KELUARGA karya Sa’duddin as Sayyid Shalih untuk mengetahui busuknya program KB, termasuk hasil riset di Negara-negara barat.]
b. Menyuburkan perempuan-perempuan Yahudi menjadi peridi. [sungguh terbalik dengan Negara kita misalnya, yang begitu giat mendukung program KB.]

Program Ketujuh

Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yahudi dalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.

Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya peghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politik dan penerangan dunia.

[Membahas The Protocols sangat kompleks dan tidak bisa saya berikan dalam kesempatan ini. InsyaAlloh pada lain kesempatan akan saya bahas semampu saya, amin.]

Program Kedelapan

Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry :

a. Untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan”jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.” [cek kembali skandal Presiden Bill Clinton dengan Monica Lewinsky. Bagaimana dengan Gus Dur dan Ariyanti? Yahya Zaini dan Maria Eva?]
b. Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatannya jatuh.
c. Menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan di tempat-tempat maksiat.
d. Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern. [Las Vegas?]
e. Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus. [Cek masalah vaksinasi yang tidak menyelesaikan masalah tapi justru mengakibatkan masalah kesehatan, atau fluoride yang tidak hanya membuat gigi kuat tapi juga membuat bodoh, menurut pakar-pakar kesehatan barat. Baca dalam misalnya, buku karya Jerry D. Gray BAYANG-BAYANG GURITA: MENGUNGKAP PERGERAKAN FREEMASON DAN ORGANISASI ANTI ISLAM DUNIA]

Program Kesembilan

Program kesembilan dinamakan Plotisme [saya lihat lebih tepat disebut floatisme, bukan plotisme.] yaitu:

a. Mendidik alim ulama Plotis yang pahamnya terapung ambang. [ustadz gaul yang ganteng, wangi, dan bersuara merdu, yang mengomentari secara positif tayangan khurafat bersampul “hidayah” apakah termasuk golongan ini?]
b. Alim ulama plotis itu disebarkan sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam.
c. Alim ulama Plotis harus diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasonry.

Program Kesepuluh

Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :

a. Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya diperas secara halus oleh suruhan Freemasonry
b. Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebgainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan. [cek Protocols of Zion]
c. Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freemasonry
d. Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemudian pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya. [untuk point c. dan d., silakan dikonfirmasi dalam buku SATANIC FINANCE: TRUE CONSPIRACIES karya A. Riawan Amin.]

Kemudian, untuk versi FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA dan DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI PANCASILA: MENGUAK TABIR PEMIKIRAN POLITIK FOUNDING FATHER RI, sepuluh program tersebut adalah sebagai berikut:

Freemasonry Internasional mempunyai sepuluh gagasan yang tercantum dalam buku “Siasah Freemasonry” yang diarahkan oleh Khalel ibn. Khaled pada muka 123:

1. Menghancurkan semua partai, massa yang dianggap lawan Freemasonry itu dengan: kekuasaan, pecah belah atau perebutan kursi lalu membentuk organisasi atau partai tempat berteduh Freemasonry itu atau membuatnya sebagai pelaksana ide-ide Freemasonry. [inikah demokrasi yang dibanggakan sebagian kalangan Islam sebagai jalan tengah antara sosialisme dan fascisme?]

2. Mensekulerkan pemuda-pemuda Islam sehingga pemuda-pemuda itu walaupun mengaku beragama Islam tetapi antipati terhadap Islam dan mereka menentang Islam sebagai asas dan idiologi. [simak contoh kasus penolakan RUU APP oleh sebagian umat Islam sendiri atau statement Gus Dur dalam buku GUS DUR MENGHINA AL QUR’AN karya Ustadz Hartono Ahmad Jaiz tentang pemberlakuan syari’at Islam.]

3. Dalam keagamaan Freemasonry bergerak membuat agama bauran, memplotiskan ulama-ulama, sesungguhnya Freemasonry telah berhasil membuat agama baru Bahaiyah yang didirikan seseorang Freemason Abdulbaha dan Ahmadiyah didirikan oleh seorang Freemasonry India Mirza Ghulam Ahmad, yang radikal disebut aliran Qadyani dan yang halus disebut aliran Lahore. Biaya dakwah dan tablighnya itu dari Freemasonry International melalui penguasa Inggris. Freemasonry pun mensponsori terbentuknya tarekat-tarekat Islam yang berfatwa dan bergerak sejalan dengan ajaran Freemasonry itu, dibentuknya pada tahun 1946 gerakan Quraniyah dipimpin oleh Syekh Yakub dari Palestina, segala sesuatu harus berdasar Qur’an tanpa tafsir dan semua hadits Nabi saw ditolaknya, sehingga mereka shalat dan saum hanya berdasarkan Qur’an, tidak ada raka’at dalam shalat, tidak ada bacaan tertentu dalam shalat, tidak ada adzan, iqamat dsb. Untuk menjauhkan anak-anak muda dalam memahami Qur’an dan agar anggapan kepada Qur’an hanya sebagai kesusastraan purba, diadakanlah perlombaan baca Al-Qur’an, dan si pemuda-pemudi itu mau membaca al-Qur’an dan menghafal surat-surat tertentu sekedar hanya untuk mendapatkan piala dari panitia itu. Maka sesuailah dengan ramalan Nabi saw. bahwa: … tidak tertinggal Qur’an kecuali tulisannya.

4. Mengumpulkan dana dari umat beragama untuk menghancurkan agama itu sendiri, di Turki pun pernah dipungut zakat fitrah oleh ulama su’ yang diserahkan pada pemerintah di pergunakannya untuk menindas Islam. [Apa kasus korupsi dana ONH masuk dalam kategori ini]

5. Menghancurkan yang lama dan membuat yang baru artinya segala yang dianggap kuno dibuang dan segala yang dianggap baru dibangun. [Simak pernyataan Anand Khrisna yang mengatakan manusia sekarang diperbudak dogma-dogma yang sudah usang dalam bukunya TELAGA PENCERAHAN DI TENGAH GURUN KEHIDUPAN: APRESIASI SPIRITUAL TERHADAP TAURAT, INJIL, DAN AL-QUR’AN halaman 19 yang dikomentari oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya TASAWUF, PLURALISME, DAN PEMURTADAN halaman 136.]

6. Membuat yayasan-yayasan dan lembaga-lembaga sosial, kursus-kursus bahasa, pengkajian ilmiah dsb. Diterbitkannya buku-buku baru. [cek Asia Foundation, Ford Foundation, dan sebagainya. Banyak buku di perpus kampus saya dulu yang berstempelkan “SUMBANGAN DARI ASIA FOUNDATION”.]

7. Menghancurkan moral lama dan membuat moral baru yang disebut “Etika Internasional”. Dalam Etika Internasional itu banyak bertentangan dengan Islam seperti dalam bertoleransi dengan agama lain, tidak membeda-bedakan agama dan sebagainya. [pluralisme lagi, capek lagi deeh…]

8. Upacara-upacara lama digali kembali dan ia dianggap untuk menyaingi agama, kesyirikan dalam segala perkara diperkuatnya. [Labuhan, larungan, selamatan, tahlilan, dan sebagainya… potong ayam untuk menempati rumah baru, menanam kepala kerbau sebelum membangun pondasi sebuah rumah, ternyata ada programmernya ya…]

9. Menyebarkan kepornoan (pornografi) dalam segala bentuk seperti melalui film, buku-buku, gambar-gambar dan sebagainya. [wah wah wah, silakan baca kembali artikel saya sebelumnya, PORNOGRAFI DAN DUNIA SELEB: FRONT KONSPIRASI YAHUDI-FREEMASONRY. Jika ada waktu akan saya update insyaAlloh.]

10. Untuk melumpuhkan generasi muda di luar orang-orang Yahudi disebarkannya segala minuman yang memabukkan, narkotika dalam segala bentuk. [pas banget, ngga usah saya komentari banyak-banyak, lihat aja program-program seperti BUSER, SERGAP, PATROLI, dan sebagainya.]

sumber : Agoeng Go(yim) Blog

12
Mar
09

NASIB PARA “VOKALIS” ALIAS WHISTLEBLOWERS

Yusuf bin Jussac**
Banten – INDONESIA

Dipersoalkan loyalitasnya kepada partai; motif manuver pribadi; jumlah uang suap kurang besar; dan diperalat kekuatan lain untuk menjelekkan citra PDIP (emang citra Lo bagus?). Itulah label yang dituduhkan oleh elit PDIP, terhadap dua kadernya di DPR yang baru baru ini mengungkapkan praktik suap BPPN menyangkut divestasi Bank Niaga.
Pers pun dilecehkan. Seorang fungsionaris PDIP menyayangkan tindakan dua rekannya telah mengungkapkan kasus suap itu kepada kalangan Pers. Orang itu berkilah, dua mitranya itu seharusnya melaporkan kasus suap tsb kepada fraksi — bukan kepada wartawan.
Jadi di mata orang PDIP Orba-is itu, Pers tidak berkompeten ngurusin persoalan itu. Posisi Fraksi dan/atau DPP Banteng “beri beri” – eh keliru – gemukkah itu atau pendapat pribadi ybs? Penulis cenderung meyakini itu cerminan posisi baku DPP PDIP. Cerminan arogansi institusi ciri khas kalangan “Orba-is” sipil/non-sipil, yang manakala dihadapkan sitkon serupa serentak berkilah: “Ini persoalan internal organisasi / lembaga!”.
Semangat salah kaprah meng-kompartementalisasi-kan diri itu (sindrom “they against us”), ciri khas TNI dan seabrek unit khas di dalamnya. Lembaga pemerintah non-militer pun terkontaminasi arogansi yang sama. Dua bulan yl, ratusan karyawan sebuah kantor pemerintah di kawasan Blok-M melakukan unjuk rasa, menuntut perbaikan/kejelasan status kerja mereka.
Gerbang komplek kantor itu ditutup rapat rapat. Bukan hanya pers, bahkan aparat POLRI, diblokir DILARANG memasuki halaman kantor. Penjelasan pejabatkantor itu, “Ini urusan internal.” Meskipun tidak secara spesifik berapologia Orba-is seperti itu, fungsionaris Fraksi PDI di atas pada dasarnya terjangkiti arogansi yang sama. Mereka pikir, mereka negara di dalam negara!
Sungguh absurd, berbagai kasus yang menyentuh langsung “public concern”, selalu diklaim urusan internal yang tidak boleh diketahui publik termasuk kalangan pers! Namun di pihak lain, manakala survivalsuatu lembaga terancam atau terganggu, para personil di dalamnya mendadak nyaring menyanyikan sebuah kebersamaan. Semangat kebangsaan pun dicatut/dimanipulasi.
Contoh: di era ORBA dipopulerkan credo “Manunggalnya Rakyat dan ABRI”. Tetapi di banyak wilayah, warga sipil terus diinjak injak HAM-nya. Keberingasan unsur di dalam Yon-Gab TNI di zona konflik Ambon adalah contoh paling mencolok. DOM dan neo-semi DOM di Aceh, apalagi! Sedangkan PDIP paling gemar mendaku (mengklaim) partai wong cilik. Mereka juga ikut merengek, bahwa parpol tetap perlu didanai pemerintah. Ngapain mereka nggak berprofesi badut saja?
Di Amerika “orang dalam” yang melakukan expose praktik tercela seperti itu (suap-KKN-pembunuhan politis dll) disebut Whistleblower. Peniup peluit, “Vokalis” pengungkap borok internal organisasinya sendiri. Bahkan di Israel oleh seorang perwira MOSSAD yang kemudian membelot!
Wistleblowing juga dilakukan kalangan eksekutif, praktisi media massa (”Jihad” against Fox TV, versus pembredelan atas investigative reporting skandal hormon rBGH berbahaya bagi manusia di seluruh susu sapi A.S., termasuk seluruh produk sampingan susu sapi di sana seperti keju, es krim, yogurt dll); aparat Federal FBI, DEA dan CIA (skandal “Iran-Contra Gate” diekspos oleh Al Martin, Webmaster http://www.antiwar.com) dan berbagai skandal lain.
Nasib mereka? Ada yang dibiarkan bebas merdeka seperti Al Martin, tetapi tidak sedikit yang “dilenyapkan” seperti dua bekas Direktur CIA William Casey dan William Colby. Yang pertama mati secara “wajar”, sedangkan Colby di-tewas-kan tenggelam di laut ketika sedang memancing!
Salah satu dari bekas boss CIA itu mati, sebelum sempat memberikan testimoni di Kongres A.S., berkaitan niatnya membantu Kennedy, Jr. membongkar komplotan jahat pembantai ayahnya di Dallas, Texas. Ketika terjadi pembantaian Presiden Kennedy, George Bush senior direktur CIA.
Warren Committee, yang dibentuk Kongres A.S. untuk mengungkap konspirasi jahat pembantaian Presiden Kennedy itu, tidak lebih daripada Pansus badutan.
Jelas, Kennedy tewas dihajar peluru dari tiga penjuru di Dallas, kok dibilang Pansus itu dibunuh “lone assassin”. Begitu pula atas adiknya, Jaksa Agung Bob Kennedy, yang ditembak di dapur sebuah hotel! Juga MLK, Dr. Martin Luther King, tokoh anti kekerasan berkulit hitam.
Kennedy, Jr. akhirnya “dilenyapkan” Penguasa Bayangan A.S. (”The Handlers”). Pesawat pribadinya diledakkan di udara! Terlampir, di akhir tulisan ini, artikel oleh pembangkang Sherman Skolnick mengenai kasus itu. Rakyat Amerika dibuat numbed terus menerus oleh teror macam itu, yang SELALU diotaki Super Teroris CIA dan intelijens angkatan bersenjata (Chemtrails, Bio-attack, West Nile, Anthraks, dll). Sebab ketakutan massal mempermudah penguasaan atas mereka vis-a-vis musuh bersama (common enemy) yang sengaja diciptakan. Saddam, Osamah, dll.
Begitu pula nasib Menteri Angkatan Bersenjata A.S. pertama di era awal Perang Dingin, James Forrestal. Ia berbenturan dengan Presiden Truman, menyangkut apa yang ia yakini sebagai sikap lemah A.S. terhadap tekanan Uni Soviet. Truman maupun pendahulunya, Roosevelt, ia amati terlalu “memberi angin” (konsesi) kepada Soviet. James yakin pemerintahnya sejak era Roosevelt telah diinfiltrasi oleh agen Komunis Soviet. Komunisme dan Kapitalisme anak kembar Illuminati.
Menyikapi fenomena itu, James menyatakan quote “These men are not stupid. They are crafty and brillian. Consistency has never been a mark of stupidity. If they were merely stupid, they would occasionally make a mistake for our favor.” end quote. Maksud dia, para boss dan mitranya di Kemlu, Pentagon, dan Gedung Putih.
James menentang keras kebijakan luar negeri A.S. mengikutsertakan Uni Soviet dalam perang melawan Jepang. Ia juga menentang kebijakan Jenderal Marshall, yang memaksa Chiang Kai-shek berkoalisi dengan Cina Komunis (kubu Mao Tse Tung cs).
James secara sengit menentang Kemlu yang hendak memberikan Mediteranen sebagai wilayah pengaruh Uni Soviet. Sikap kerasnya itu, “mengkritisi” dan memblokir kebijakan pro Soviet, jelas mengundang kedengkian seluruh kubu Komunis di Amerika dan Eropa. James menjadikan dirinya “martir”, sasaran tembak (sitting duck) mereka.
Direkayasa berada dalam tekanan emosional berat itu, James diminta Presiden Truman agar lengser dari jabatan Menhan. Akhirnya, James tetirah (”retreat”)ke Florida, menjauhi Washington, D.C. Ternyata, ia terus dimata-matai, telpon rumahnya disadap oleh agen agen Washington, D.C.
Sebelum ia pergi ke Florida, catatan hariannya – 15 “map” besar 3000 lembar – berisi nama dan jatidiri jurnal, orang orang dan organisasi/lembaga yang telah disusupi Komunis Uni Soviet; seluruhnya disita dari ruang kerjanya di Pentagon dan ditahan di Gedung Putih (Thank God, Penulis sudah berbagi the DRAFT dengan banyak pihak; in case di-James-kan Draft TEXMACOGATE itu bakal bikin gonjang ganjing).
Limabelas bulan sebelum terjadi Perang Korea, ia menyatakan kepada seorang kawannya, bahwa A.S. bakal “dikadali” Komunis (Soviet & Cina); dan bahwa ribuan tentara Amerika bakal mati sia sia di Semenanjung Korea. Jadi James telah mencium gelagat, bahwa penguasa bayangan di atas (Komunis di Eropa dan A.S.) telah merencanakan perang saudara di Korea itu 15 bulan sebelum perang itu dimulai!
Rings a bell? Cermati serangan A.S. ke Afganistan dan Irak. Begitu pula malapetaka “teror” gedung kembar WTC dan “PentaGONE” 9-11. A well-planned plot stigmatisasi ISLAM sebagai ULTIMATE, common enemy yang harus dilibas tuntas!
Cermati pula insiden berdarah 27 Juli 1996 (95?) di Menteng atas markas PDI. Sebuah tabloid Islam (sudah mati) mengungkapkan (tahun 2000), seorang aktivis PDIP (Batak) sangat gusar terhadap sikap membisu Megawati menyangkut insiden berdarah itu.
Dinyatakan oleh aktivis itu bahwa Megawati TAHU serangan itu akan digelar! Kini kaitkan “prior-knowledge” Megawati, dengan sikapnya ngotot mendukung pencalonan kembali Gubernur Jakarta Sutiyoso; pejabat yang ketika di Mabes ABRI diyakini terlibat peristiwa berdarah itu. For sure, Megawati is NOT stupid, seperti halnya para mitra dan boss James Forrestal di atas vs. Konspirasi Komunis (hei, jangan bicara ngaco, bahwa Komunis sudah mati! Tengok RRC, Kuba, Vietnam, dan Korea Utara).
Kembali pada James, ia direkayasa harus di-rumahsakit-kan di RSAL Bethesda di Maryland. Meskipun ia tidak lagi menjabat Menhan, Gedung Putih ngotot bahwa ia perlu mendapat perawatan medis oleh negara. Ketika dokternya, Dr. Raines, ditanya abang James – Henry Forrestal – tentang kondisi kesehatan James, Dr. Raines menjelaskan bahwa James sehat dan membaik, siap keluar dari RSAL dekat Beltway itu.
Upaya Henry, enam kali, menjenguk James diblokir RSAL. Begitu pula rencana mengatur pertemuan James dengan pendeta di keluarganya, Monsignor Maurice S. Sheehy. Semuanya diblokir secara sistematis. Ciri khas Opsus kalangan intel sinting!
Henry memutuskan mengambil James dari RSAL untuk dibawa mudik. Rencana itu ia beritahukan kepada RSAL via telpun. Apa yang terjadi? Beberapa jam sebelum ia menuju RSAL diberitahu, bahwa abangnya mati. James ditemukan tewas, di satu teras lantai tiga RSAL, akibat meloncat dari jendela lantai 16 kamar RSAL. Di lehernya masih terikat tali/kabel dalam posisi “tali mati”. Keterangan RSAL dan koroner, James sengaja mengakhiri hidupnya akibat stress!
Isu murahan RSAL (Gedung Putih) itu, ditolak Henry dan pendetanya. Ngapain bunuh diri? Wong James Forrestal quote “… has no financial worries. He has no personal worries. He was basically in good health.” end quote. Stress akibat kehilangan jabatan? Tidak juga, sebab sudah menjadi niat James akan pensiun diri, dan menulis buku mengekspos Konspirasi di atas. No wonder, 3000 lembar catatan hariannya disita Pentagon dan Gedung Putih. Sebab James Forrestal berniat “menyanyi”.
James Forrestal, eks Menteri Angkatan Laut A.S. (April 1944) dan akhirnya Menhan (September 1949), dinilai membahayakan lingkungannya — lingkungan korup, penjual kedaulatan Amerika kepada Komunis. Maka James HARUS dilenyapkan! Modus Operandi Opsus kalangan intelijens sinting di manapun di bumi. Begitulah nasib para Whistleblowers, seperti para nabi – dikucilkan, diteror, dan DIBUNUH (read Qur’an, Doel)!
Akibat rekor buruknya di masa lalu, dan kini (dalam Opsus Super Rahasia MK-Ultra “mind control”; Mockingbird infiltrasi terhadap Pers; War On Drugs dagang ilegal narkoba dan senjata, dan kini War on Terror – maka selain diplesetkan sebagai “Coccaine Importing Agency”, CIA lebih cocok diartikan “Crooked, Incompetent Agency” (baca: THE BUSH – CHENEY DRUG EMPIRE). Bush, Jr. was, and IS bandit!
Konyol, petinggi NKRI menyebut CIA bagian dari A.S. negara sahabat kita! Sahabat mbahmu, jenderal! CIA ngobok obok terus, kok disahabati. Kampanye murahan War on Terror oleh Bush bin Bush dan kroninya, ditelan mentah mentah pula.
Islam dibidik lagi (kampanye ANTI Islam). Cover Story TIME magazine, tentang Jaringan Al-Qaeda di NKRI, dijadikan acuan (meski dibantah SBY). Ngapain kerjaan wong BIN di beberapa KBRI besar? Shopping, mancing, ngerumpi, cengengesan bergolfing ria. Mending, mereka fasih berbahasa Inggris.
Yang mampu ngomong Mandarin, bisa dihitung dengan jari. Lha, wong ada, “perwira” BIN yang tak becus ngomongInggris. Apalagi hard languages, seperti Mandarin, yang Penulis meski ada darah Cina (Tjoa Gin Sing alias KRT Setjodiningrat) juga kagak bisa baca dan bicara Mandarin! Pantesan, dulu, ketika Penulis masih di slta, Jussac MR memaksa Penulis kursus bahasa Mandarin. Katanya, “Suf, semua orang bisa berbahasa Inggris. Kursuslah Mandarin!” “Emoh, Dad.”
Jawab Penulis saat itu. “Father knows best”, kata orang Amerika. Sekarang tempat kursus bahasa Cina, utamanya Mandarin, menjamur di DKI. But he was incorrect when he said, bahwa semua orang kita mampu berbahasa Inggris. Lha gimana, wong masih ada, diplomat RI yang berjenjang Minister Counselor pun ora becus bikin makalah/pidato dalam bahasa Inggris! Padahal, “gajinya” di luar negeri minimal US$ 3,5 ribu/bulan – Tax Free lagi!
Eks Menhan di atas dilenyapkan, begitu pula Paus Johanes Paulus 1, beliau dilenyapkan komplotan super jahat Mafioso dan elit Vatican, berkaitan dengan upayanya mengungkapkan SKANDAL di Vatican. Ia diracun arsenik, jasadnya tidak diotopsi, organ vital di tubuhnya (jantung) disembunyikan oleh para elit Vatican! Nggak percaya?
Silahkan baca: IN GOD’S NAME, An Investigation Into the Murder of Pope John Paul 1, oleh David Yallop, terjual 5 juta copies. Edisi dalam bahasa Indonesia, ATAS NAMA TUHAN, diterjemahkan Jussac MR (dicetak 5000 buku), “diborong habis” alias diberangus – oleh agen agen Jesuit? — di Yogya 12 tahun yl. Damn stupid, masih ada tiga bukunya, dan siap dicetak ulang! Mau mborong lagi, 150 ribu copies? Go ahead.
Congressman Larry McDonald, bernasib jauh lebih buruk. Jasadnya sirna bersama ratusan penumpang KAL 007, ketika 1 September 1983 Flight 007 KAL dihajar rudal udara-ke-udara pemburu MiG Uni Soviet, di atas wilayah Timur Jauh Uni Soviet. Ia Congressman bernurani, Patriot Amerika gigih membongkar jaringan rahasia Komunis KGB di kalangan pejabat Federal A.S. (kunjungi http://www.thenewamerican.com).
Sedangkan beberapa Agen Federal yang nyanyi tentang kejahatan institusinya (DEA, FBI), juga CIA dalam skandal “War on Drugs”, kini jadi tahanan politik Pemerintah Federal A.S. Kehidupan keluarga mereka dihancurkan secara sistimatis, kariernya tammat. John O’Niel, veteran 30-tahun FBI, pemburu jaringan Al-Qaeda (yang oleh Bush cs dan Tonny Blair didakwa tanpa bukti sebagai otak teror WTC), jadi abu di salah satu gedung kembar WTC. Poor John O’niel.
Kurang dari 15 hari sebelum bencana WTC 9-11, dalam satu acara konperensi di Florida, ia “kehilangan” Laptopnya berisi dokumen FBI yang ternyata bukan classified. Sebelum malapetaka WTC, insiden kecil di Florida itu di-ekspos Harian kondang di Washington, D.C. John O’Niel akhirnya “terpaksa” mengundurkan diri dari FBI, jadi Kepala Satpam WTC — dua minggu sebelum ia hancur lebur jadi abu di gedung kembar itu! Hanya orang dungu tercuci otaknya, yang menganggap akhir hidup O’Niel di gedung kembar itu sebagai rangkaian fenomena kebetulan belaka.
Upayanya sangat gigih, selaku maestro Counterintelligence FBI, mengungkapkan jaringan Osamah bin Laden di Yaman diblokir oleh Dubes A.S. di Sana’a Ibukota Yaman. John meyakini, Osamah bin Laden mitra bisnis keluarga Bush senior; utamanya bisnis BBM. Maka para baron BBM A.S. kroni keluarga Bush, termasuk UNOCAL, merasa terancam oleh kiprah John O’Niel membongkar kaitan bisnis keluarga Bush cs. dengan Osamah bin Laden. Siapa Presiden Afganistan kini? Mantan petinggi UNOCAL.
Malapetaka WTC 9-11 sudah dipersiapkan “Penguasa Bayangan” Amerika dan Inggris sejak lama, antara lain, dengan menciptakan beberapa “kebetulan” berkaitan dengan orang orang yang dalam waktu hanya dua hari paska WTC 9-11; didakwa sebagai pembajak pesawat dalam peristiwa itu (Mohammad Atta, dll). Dan nyaris seluruh media cetak dan elektronik utama di A.S. menyajikan “analisis” serupa. TV swasta di NKRI pun, utamanya M***O dan I******R, membeo-bebek pula. Publik dibodohin melulu. Toblas!
Lagu lama, mereka dicekoki agen agen CIA, dan Gedung Putih kini tempat tinggal cucu Prescott Bush, konglomerat yang memasok NAZI dengan “punching card” IBM. Bahan gas kimia mematikan Zyklon B (untuk ngegasin ratusan ribu Yahudi tidak berdosa) dipasok kartel petrokimia I.G. FARBEN, bagian dari bisnis global dinasti Rockefeller. Baca, WHO FINANCED HITLER?,dan BAKAR buku buku “sejarah” dunia milik anda!
Menyangkut kekuasaan dinasti Rockefeller atas nyaris seluruh Presiden A.S., ketikkan di mesin pencari http://www.Google.com, “Rockefeller in the White House”. Para presiden itu, kecuali Kennedy dan Abraham Lincoln, cuma wayang doang, sadariman (orang bayaran) budak kepentingan para baron FEDERAL RESERVE, TNC dan BBM Barat (Inggris & A.S.). Bisnis I.G. Farben dan STANDRAD OIL didanai Wall Street di Manhattan, New York City.
OSS, Office of Strategic Service, cikal bakal dinas rahasia CIA, “diawaki” para bekas perwira “SS” NAZI Jerman! No wonder, bukan? CIA dan Gedung Putih berperilaku khas Fascists! Siapapun berani menghalangi global onslaught mereka merealisasikan “Tata Dunia Baru” (New World Order) — via boneka Perserikatan Bangsa Bangsa – disikat habis! Termasuk Muslim sedunia.
Bencana WTC 9-11 merupakan “trigger” grand design peluncuran New World Order, sebuah CommOnism (diawali paradigma CommUnism – “sama rata, sama rasa” palsu!). Kristen, Islam dan seluruh agama samawi bakal dieliminasi, tinggal satu “agama global” dipimpin the United Nations. Be smart, waspadai grand design itu.
Sementara itu, menyangkut peledakan Gedung Federal Alfred P. Murrah di Oklahoma 1996, independent investigators (jurnalis dan kolumnis “pembangkang”) juga menemukan dari saksi saksi kunci; peledakan yang dituduhkan FBI dilakukan MacVeigh juga diotaki CIA dan FBI. Seorang polisi kulit hitam setempat jadi saksi kunci kasus itu.
Nasibnya? Ia dipermalukan (rekayasa FBI) sebagai pengacau/pendusta, rumah tangganya dibuat berantakan, cerai dengan istrinya, akhirnya “bunuh diri” menembak kepalanya sendiri! Such a convenient death bagi komplotan jahat global di atas.
Konspirasi bukan teori, IT IS REAL, sedang digelar, di seluruh lini kehidupan! Budaya lokal dilibas “budaya” ngak-ngik-ngok via MTV milik baron Zionis! Badan dan organ tubuh manusia dirusak pula, via produk produk obat-obatan, minuman dan makanan (produk pertanian, susu sapi, keju, minuman ringan dll) pakai bahan kimia MONSANTO, King of Kings TNC penguasa produk Transgenik atau Terminator Seeds!
Ultimate goal-nya, menciptakan global enslavement. Salah satu caranya, LUCUTI warga sipil di seluruh muka bumi (dari kepemilikan senjata api sah). Sejarah membuktikan, pemusnahan massal selalu dan selalu diawali pelucutan Senpi!
Hampir 20 juta ummat Kristen Ortodoks, di Russia, dibantai kaum Bolsheviks, “kaum proletar” yang < 85 persen “diawaki” kaum Zionist sesat (Talmudic) dan didanai Jacob Schiff, Konglomerat Zionist di New York (catat: tidak seluruh Yahudi adalah Zionists)! Ratusan tentara Israel, kini jadi Refuseniks menentang agresi Israel terhadap bangsa Palistina.
Law abiding citizen yang waras pun, bukan berjiwa koboi, dilucuti semua. Tetapi manakala ada (LAGI!) unsur sinting di TNI – seperti anggota LINUD 100 Medan – merengsek, menyerang markas POLRI dan nembakin Polisi – it was a mere “kesalah-pahaman”. Edan! Nyerang POLRI kok dianggap lumrah! Benar benar prajurit sinting!
Wong kawannya ditangkep Serse Medan, akibat bawa ecstacy, kok tentara gemblung itu menuntut agar dibebaskan. Emang NKRI negeri “Kompeni”? GILA! Sekelompok “Kumpeni” Yon LINUD 100 itu, bahkan menggeranat pos POLRI! Tujuh Polisi GUGUR! With all due respect, General Ryamizard, prajurit perusak citra TNI macam itu, sebaiknya di-dor saja! PangDam Idris Gassing (hei, dude, we briefly met in 1978 ) GAGAL mendisiplin unsur brengsek Batalyon itu!
Para prajurit SINTING itu HARUS dipecat dan diadili. Polisi direcokin melulu. Emang BRIMOB teroris? Mas Jenderal SBY, belasan anggota Batalyon itu lebih pantas disebut TERORIS tulen! TEMBAK MATI itu tentara penggeranat pos POLRI! Itulah akibat lulusan sltp, maksimal slta, diberi kekuasaan pegang senjata api, peledak, dan geranat! Prajurit sinting!
Kembali ke isu bom Oklahoma, beberapa penyelidik independen menemukan, bom Oklahoma itu ada “signature” bom buatan pabrik bom (”front factory”) didanai CIA, yakni B.R. Fox Company, yang oleh Presiden Johnson disebut “Murder Inc.” Kaitkan itu dengan gudang bahan dasar kimia pembuat bom/ peledak, yang ditemukan jajaran Serse POLDA Agustus 2002 di wilayah Tangerangdengan kasus bom di Jakarta.
Pabrik bom CIA di atas, kemudian dipindah ke wilayah Karibia. Sedangkan Terusan PANAMA, kini dikuasai PLA (TNI-nya RRC). Bahan kimia di Tangerang itu buatan RRC. Nah! Tuan Tuan di BIN, be smart, “otak-atik” lah kaitan itu.
Agen agen CIA di NKRI, hadir berkedok (menyaru) sebagai diplomat bidang politik/ekonomi/pers attache (sebagai “cover”), ada juga sebagai reporter, dan seperti Agen MOSSAD di NKRI menyamar juga sebagai pebisnis Eropa dan bangsa kulit putih lain. Dan sebagai “Teroris” etnis Arab! “Super Agent” MOSSAD mampu berbicara bahasa Arab secara fasih tanpa aksen (baca: EVERY SPY A PRINCE).
WHISTLEBLOWERS DI NKRI
Bagaimana dengan pemberangusan para Whistleblowers di NKRI? Deretan panjang kematian misterius beberapa tokoh nasional, kini ditenggelamkan kasus kasus baru-terkini. Ingat “kecelakaan” mobil (di Mesir?), yang dialami tokoh Nahdliyyin reformis Subhan Z.E.? Juga Jaksa Agung Baharuddin Lopa di Saudi Arab? How about Hamdun?
Masih ingat “Skandal” Mega-Milyar di KOSTRAD, yang dua tahun laludiekspos oleh PangKostrad AWK? Jenderal “santri” yang dicap kontroversial itu, mendadak juga “wassalam” akibat — menurut penjelasan “resmi” yang digulirkan — tekanan darah tinggi. AWK wafat ketika berstatus no more PANGKOSTRAD.
Only GOD knows, penyebab sesungguhnya “AWK’s untimely demise” itu. “Untimely death”, sebab almarhum tidak mengidap “jantungan”. Jenderal jantungan
tidak bakal dipromsikan jadi Panglima KOSTRAD. Amati Jenderal Ryamizar yang kini KASAD; gagah perkasa selalu tampil on top form. Wow, calon
PANGLIMA TNI. Good luck lah, General.
Dibungkam, di-blackmail (pemerasan politis dan/atau seksual), diteror mental, dipecat dari kantornya, diisolir, diboikot (dari “nyanyi” menulis kisah nyata di media cetak), dan paling buruk “dilenyapkan” – merupakan modus operandi Organisasi/Pemerintah Bayangan di manapun di dunia terhadap “Vokalis” seperti itu. Singkatnya, “suppressing the truth”, alias pemberangusan upaya SAH mengungkapkan berbagai praktik busuk internal organisasi/ kelompok politik/bisnis dan birokrasi.
Bukan tak pernah, Opsus seperti itu digelar mengatasnamakan “Keamanan Nasional”. Dalam kasus suap oleh BPPN, elit DPP Banteng overweightjelas kebakaran jenggot. Sebab jika kasus itu dibongkar tuntas, nampaknya bakal menguak kasus kasus suap serupa oleh pihak pihak lain kepada segelintir elit PDIP.
Dalam pada itu, Penulis lupa Komisi mana di DPR yang menangani (V atau IX?), namun jelas membahas Pre-Shipment Facility Bank Indonesia kepada TEXMACO group. Kasus itu menjelang akhir 1999 digulirkan Menneg BUMN Ir. Laksamana Sukardi.
Orang yang tidak dungu bakal bertanya tanya, faktor apa pula yang memotivasi Komisi itu (dalam Sidang sesi terakhir kasus itu 3 Juli 2000) memutuskan “Case Closed”. Artinya, TEXMACO “clear”. Kasus itu disudahi. Dan Ir. Laks pun gigit jari.
Sedangkan pakar ekonomi, seperti Sri Mulyani, PhD., Koordinator Indonesian Corruption Watch/ICW Teten Masduki, dan Menteri Kwik Kian Gie, dll (kelompok pengeritik “deal” tertutup antara BPPN dan elit TEXMACO) — mendapat label sebagai Konspirator jahat bermaksud menghancurkan TEXMACO. Begitu pula cap terbaru bagi James Riady dan Antony Salim.
Hanya beberapa minggu setelah pernyataan kerasnya di DPR akan memburu pelaku KKN, bahkan kawan kawan dekat Presiden RI waktu itu — berkaitan dengan “Kasus TEXMACO” — Jaksa Agung Baharuddin Lopa akhirnya “wassalam” secara misterius pula di Riyaad, Arab Saudi. Lha, apa pula kaitannya, kok Kepala BIN Saudi pun lalu dipecat?
Tidak diketahui kalangan PERS (cetak/elektronika) yang jujur di NKRI, beberapa minggu sebelum Jaksa Agung Lopa wafat, seorang Jaksa Senior menyatakan keinginan dapat bertemu dengan Big Boss grup itu. Lalu, suatu malam 29 Juni 2001, dilakukan “pertemuan rahasia” antara petinggi grup itu dan Tuan “X” (Jaksa senior itu?) di kawasan Kemang.
Tuan X dijemput tiga staf Kantor Pusat grup itu, menggunakan mobil tergolong mewah milik TEXMACO; dari satu lokasi “A” — ke lokasi “B”tentunya venue pertemuan rahasia di Kemang itu. Salah satu penjemput “tamu penting” itu, eks wartawan pula!
Kembali pada sesi terakhir Sidang Komisi itu dengan para petinggi TEXMACO 3 Juli 2002, ada keanehan yang layak dicermati dan dipertanyakan. Penulis duduk di kursi depan, sederetan dengan Presdir TEXMACO Sinivasan (hanya dibatasi dua eksekutif senior grup itu), berhadapan dengan deretan kursi Ketua Sidang & para deputi/sekretaris.
Pada posisi “jam 13.00″, di sisi kanan deretan kursi elit TEXMACO, terdapat deretan kursi anggota Komisi berhadapan dengan tempat anggota lain. Sidang sempat memanas, ketika seorang “Vokalis” muda PDIP anggota Komisi itu mencerca Sinivasan. Sinivasan pun sempat terbawa emosi, menyatakan diri juga punya harga diri. Nah, Lo!

Ketika Sidang sudah berlangsung sekitar 10 menitan, penulis melihat seorang anggota Komisi itu memasuki ruang Sidang, dan menempati deretan kursi anggota pada lokasi jam 13.00 itu. Cermati ini: anggota Dewan itu berperawakan tinggi besar, sekitar 178 – 180 cm, 80 – 90 kg, berkumis dan berpipi “tambun”.
Sekali lagi, akhir dari Sidang itu adalah “Case Closed”. Timbul teka teki di benak penulis. Seberapa besarkah, peran orang tinggi besar itu atas keputusan Sidang tsb? Mungkinkah telah terjadi “deal” antara orang itu mewakili Komisi, dan Sinivasan sebelum sesi terakhir Sidang itu? Bukan tidak mungkin. Simak pula yang berikut ini:
Kurang dari dua minggu sebelum Sidang sesi terakhir itu, di Lantai 10 Gedung SENTRA MULIA Kantor Pusat TEXMACO Group, penulis memergoki anggota Dewan itu tergopoh gopoh, buru buru turun ke Lobby menggunakan Lift di Lantai 10 gedung tsb. Sangat jelas, beyond any doubt, ia baru saja melakukan pertemuan khusus/penting dengan para petinggi TEXMACO di Lantai 10 SENTRA MULIA.
Draw your conclusion, simpulkan sendiri, kaitan antara kehadiran that fat bloke di Kantor Pusat TEXMACO dan keputusan akhir Sidang Komisi itu 3 Juli 2000.
Jika bertemu lagi atau melihat foto ybs di buku anggota DPR/MPR, penulis dapat mengidentifikasi — siapa sebenarnya orang tinggi besar berpipi tambun itu, dan dari Fraksi Parpol besar yang mana pula dia. And he is NOT a Jawa ko’ek! Profil mukanya mirip Patih Gajah Mada, bukan tipikal Jawa. You guys know what I mean?
Di Draft buku TEXMACOGATE, bersumber kader senior PDIP Wong Sumatra Utara, penulis ungkapkan indikasi kuat apa yang kemudian disebut “Tim Penjinak Laks”, terdiri segelintir elit Fraksi Parpol gede dari terutama “Geng” etnis North Sumatrans. Don’t you guys ignore, Mr. Sinivasan lahir dan dibesarkan di Medan. Connect the dot.
Episode 3 Juli 2000 di Senayan itu, dan kaitannya derngan kehadiran anggota Dewan itu di Kantor Pusat TEXMACO sekitar10 -15 hari sebelum Sidang Komisi tsb, merupakan bagian DRAFT buku penulis berjudul sementara, TEXMACOGATE: DIRTY TRICKS “R” US! The Deception Continues, Aided By Dishonest Government Officials; the “Press-Whores”; and Crooked Lawmakers. Paling tidak empat media cetak terkemuka (Harian, Tabloid mingguan & majalah mingguan) di NKRI pernah menyoal “Skandal TEXMACO” selama periode 2000 – 2001. Selama 2002, mereka membisu!
Bagaimana tanggapan Pemimpin Umum/Wakil Pemimpin Umum, dan PemRed ke-4 media cetak kondang itu — terhadap Draft buku yang didukung narasumber internal, saksi, dan saksi ahli serta dokumen otentik tentang berbagai bentuk praktik KKN; intimidasi dan TERORpisik terhadap beberapa “pentolan” buruh TEXMACO; dua aktivis Orsospol “Radikal Kiri” pembela hak buruh; dan Pengurus SPSI di Purwakarta? Seluruh Pem. Umum/Wakilnya dan PemRed media cetak terkemuka itu cuek bebek! Mereka SENGAJA memboikot upaya SAH pengungkapan “TEXMACOGATE” itu. Me, a lone nuts?
Apa yang memotivasi para jurnalis gaek itu sengaja memilih sikap membisu itu? Ada tiga kemungkinan: (1) Ketakutan luar biasa versus intimidasi para Pelindung elit TEXMACO; (2) mereka terkontaminasi oleh praktik suap (terkonfirmasi, ada upaya suap TEXMACO; baca di http://radio68H.or.id “Wartawan Mengembalikan Uang Suap dari TEXMACO” dan di “PIJAR” tentang “Makelar Makelar Ekonomi TEXMACO”); dan (3) takut “dilurug” LAGI oleh karyawan TEXMACO (kasus September 2000, atas Redaksi Harian kondang di Jakarta, menyusul berita-analis koran itu di rubrik Bisnis).
Inilah yang di A.S. disebut praktik tak terpuji di kalangan “mainstream media”, sebagai “swa-pemberangusan diri” vs. Whistleblowing sah — atas kasus kasus skandal besar yang diotaki kalangan Trans-National Corporations Barat, utamanya di Amerika.
Menyangkut kasus suap BPPN itu, Presiden Partai Keadilan Hidayat Nurwahid menyuarakan kegusarannya. Kepada reporter SCTV (Liputan Petang, Minggu, 29 September 2002), ia menyatakan kasus itu merupakan puncak gunung es (the tip of an iceberg) kasus suap lainnya, yang diyakini sudah membudaya di kalangan elit parpol di Senayan. Meskipun tidak seluruh anggota Dewan/Majelis berjiwa garong, DPR lebih tepat diartikan “Dewan Pendusta Rakyat,” “Dewan Pendusta nan Rakus!”
Maka, no wonder lah, sebagian besar petinggi PDIP – kecuali Kwik Kian Gie – “kebakaran jenggot”. Sebab, sekali lagi, manakala ada insan PERS yang masih punya nurani dan bernyali baja kemudian mengungkap tuntas kasus itu; bukan tidak mungkin bakal terbongkar kasus kasus suap lain — oleh pihak pihak selain BPPN — termasuk terhadap Komisi yang penulis sebut di depan, oleh GOD knows who.
Lantas, PERS mana pula yang masih dapat kita percaya? Tidak seluruhnya, tetapi persis yang berkembang di Amerika, sebagian kalangan media RI tidak lebih merupakan kumpulan “Media Circus”. FAKTA, ke-4 petinggi media cetak terkemuka NKRI irtu, yang SENGAJA bersikap cuek bebek terhadap Draft Buku TEXMACOGATE penulis.
Iri ‘kali mereka, sebab anak buah mereka – para reporters yang katanya jagoan – ternyata TIDAK MAMPU secara pro-aktif mengendus berbagai praktik KKN busuk, dan Pelanggaran HAM buruh di TEXMACO. Kok justru eks insider TEXMACO, si bekas diplomat mbeling ini yang menguaknya? Para jurnalis payah, bo.
Mereka pikir Penulis kini “mati kartu”, tidak telah “nembak” Draft itu ke pihak pihak lain di NKRI dan di manca negara? Salah besar Tuan Tuan! Sungguh pathetic dan moronic para jurnalis senior itu. Kelompok jurnalis gombal pendusta publik. “Pembela” wong cilik the voiceless, seperti mereka kecapkan selama ini, ternyata hollow claim yang awfully disgusting! Again, Dad was right: anak anakku JANGAN ada yang jadi wartawan!
Masih ingat pula, kasus “hedging” spekulasi main Valas (kerugian US$ 700 juta?) oleh sebuah bank pemerintah terkenal, menjelang akhir 1997? Seorang redaktur salah satu Harian terkemuka di Jakarta, sebut saja Polan, diberi dokumen otentik oleh PejabatSenior BI tentang ketidak-beresan petinggi bank yang main Valas itu.
Saat itu, November 1997 – Februari 1998, harga kertas koran impor (dikuasai kartel) sedang menggila. Seluruh media cetak NKRI sekarat, kecuali yang pakai kertas cetak lokal dan Harian besar yang dibanjiri iklan grup bisnis besar. Muncul “ide gila”, dalam obrolan makan siang, terhadap informasi klasifikasi A-1 itu, “Kita dapat memperoleh Rp. 2 Milyar dari elit Bank **** itu!”. Penulis nyeletuk, “Minta saja (kepada petinggi bank itu) stock kertas cetak enam bulan!” (Ya tahu, wong Penulis anaknya bekas publisher, bo).
Lalu timbul sedikit kericuhan internal, lebih dari satu Reporters secara terpisah mendatangi petinggi bank itu, dalam rangka cek-ricek kasus spekulasi Valas tsb.
Akhirnya disepakati, di dalam rapat redaksi Proyeksi Berita dan/atau Newsbugeting, kasus besar itu perlu diekspos dalam Headline (di majalah, COVER STORY atau Laporan Utama).
Menjelang SU MPR terakhir era Pak Harto, kasus besar tersebut siap diangkat di Headline koran tsb. Mungkin ada “bisikan dari langit”, sebelumnya Tuan Polan sudah memberikan fotokopi dokumen otentik dari BI itu, kepada mitranya seorang redaktur satu majalah mingguan kondang skala nasional.
Singkat ceritera, satu malam, Tim Redaksi koran besar itu sudah menyelesaikan tugas akhirnya (pra-cetak). Materi headline siap cetak (deadline cetak, sudah SOP, pk. 00.10 WIB). Apalacur, sekitar 23.00 WIB, seseorang – barangkali Redaktur Eksekutif – mendapat an urgent call Big Boss koran itu. Perintahnya singkat, “Batalkan headline!”.
Same, old story among some crooked media tycoons in the USA. Swa-bredel diri. Beberapa bulan kemudian, masih dalam sitkon Krismon melilit industri jasa media cetak, penerbit koran itu mampu meluncurkan tabloid mingguan baru. Dana dari mana? YAKUZA atau dari Bank “anu” itu? Ternyata …. I really feel sorry for this chap.
Sia sia swa-berangus diri itu, sebab majalah mingguan kawan Polan itu, beberapa minggu kemudian meng-expose kasus permainan Valas itu dalam Laporan Utamanya. Damn smart Polan, telah berbagi the only photocopy dokumen otentik itu. Bukan tidak mungkin pula, ke-4 petinggi media cetak terkemuka di atas (yang Penulis beri Draft TEXMACOGATE), kini memanfaatkannya pula untuk memeras elit TEXMACO, sebagai upaya busuk klasik “tahu sama tahu”. This author trusts NO more such Press-Whores.
Ngga’ percaya, kalau praktik memeras pebisnis kakap dilakukan juga oleh insan bisnis jasa informasi (digital-online maupun cetak)? Juni 2002, Penulis diberitahu seorang pebisnis jasa khas (bukan media cetak) di Jakarta, kawannya yakni wartawan tabloid sekaligus pengelola Website “panas” pembongkar praktik KKN telah nodong boss TEXMACO. Menurut nara sumber Penulis itu, Tabloid & Website wartawan itu berniat mengekspos (lagi) “Skandal TEXMACO”. Entah kasus baru yang mana, dan siapa pula narasumbernya, Penulis bertanya tanya sampai detik ini.
Menurut narasumber yang jasa khasnya laku keras itu, wartawan tabloid terkenal itu (kini nampaknya tidak terbit, tinggal yang Online) membatalkan NIAT membeberkan (lagi) Skandal TEXMACO; setelah ybs mendapat “hadiah” mobil Landcruiser dari big boss TEXMACO. Bukan tidak mungkin, wartawan itu juga mendapat “hadiah” sejumlah dana (minimal Rp. 200 juta) dari pebisnis kakap yang diperasnya itu.
Sebab, aneh bin ajaib dapetin dana segar dari Situs Purbakala yang mana, ujug ujug jurnalis mata duwitan itu mampu membangun bisnis WARNET di Selatan Jakarta (bukan Jakarta Selatan). Sanggupkah anda membangunnya, hanya dengan dana Rp. 150 juta? No way, man! WARNET kelas sepoor klutuk dengan “pulsa” kuda, ya mampulah!
NKRI memang negeri penyamun dan maling. Banyak PNS & Non-PNS berjiwa maling, ada pula segelintir wartawan berjiwa pelacur, dan tidak sedikit yang berjiwa serupa di kalangan elit Parpol besar dan kecil — di dan di luar Senayan.
Ndak percaya? Baca laporan terkini BPK bulan ini, berapa Trilyun rupiah dana negara yang ditilep garong di kalangan PNS. Silahkan baca pula, revisi ke-4, Opini Penulis INDONESIAKU: NEGERI PENYAMUN DAN MALING, Surat Terbuka Kepada Y.M. Presiden Hj. Megawati Soekarnoputri. Megawati dan suaminya, TK, telah Penulis kirim Opini tersebut, Sabtu petang, 24 Agustus 2002.
Reaksi mereka? BIG ZERO. Cuek bebek pula. Kecuali, surat rahasia Penulis kepada beliau disabot salah satu staf Presiden NKRI dan/atau asisten TK di Rumah Dinas Presiden RI di Jalan Teuku Umar No. 27A, Menteng. Sebab ketika surat tsb Penulis antarkan sendiri ke alamat itu, Presiden dan TK sedang menghadiri latihan perang TNI AL di Perairan Laut Jawa. Sungguh tidak masuk akal salah satu asisten terdekat presiden dan suaminya, apalagi seorang ajudan, telah berbuat jahat menyabot surat pribadi Penulis.
Atau memang SOP, di kalangan “inner circle” (lebih lebih dari unsur non-sipil) seluruh Presiden RI, yaitu HARUS MENYABOT seluruh surat pribadi warganegara kepada presidennya? Tak kampleng tenan, kalau Penulis tahu pelakunya! Tapi, sekali lagi, sungguh mustahil seorang AJUDAN melakukan tindakan tercela macam itu.
Berbeda dengan para ajudan Presiden Soeharto, yang merupakan Pamen pilihan selektif beliau sendiri (di-groom jadi calon pemimpin TNI/TNI AD, bahkan menjadi Wapres), nampaknya salah satu adjudan Presiden Megawati sengaja dipasang (bukan oleh Presiden Megawati) untuk “mengawasi” dari dekat “manuver” Megawati dan TK. Is this the case? Embuh, ora ngerti aku.
Simak kengototan Megawati mendukung Sutiyoso menjabat lagi Gubernur DKI. Megawati tersandera TNI? Siapa yang telah nodong Megawati? Take the presidency, Your Excellency; cuma sampai 2004 saja, ya? ‘kali itu deal-nya.
Kindly refer to my INDONESIAKU: NEGERI MALING. Banyak kalangan Wong Cilik di Jabotabek, juga di Jawa Tengah, sudah capek berat punya presiden wong sipil. Mereka merindukan era Pak Harto, sitkon gampang cari uang, aman, dsb. Some people agree, next president seyogyanya eks jenderal TNI (lagi) saja. SBY kah?
Kembali pada kasus suap oleh BPPN di depan dan indikasi sangat kuat praktik suap lain oleh elit TEXMACO, the TRUTH shall prevail. Sejauh menyangkut TEXMACOGATE, tunggu tanggal mainnya Insya’allah. Penulis “dilenyapkan” pun tidak akan menghentikan proses expose draft buku itu – yaitu oleh pihak “independent invesigators” non-print media NKRI dan di manca negara.
Penulis akan tambahkan di dalam Draft Buku TEXMACOGATE, nama empat media cetak dimaksud. Sebab mereka sengaja menutup mata dan telinga terhadap “Skandal TEXMACO”. Skandal megatrilyun rupiah, yang melibatkan tidak cuma praktik suap, KKN, penipuan atas konsumen, “Mark Up” costs & komponen, dll – melainkan juga unsur baru pelanggaran HAM terhadap buruhnya, aktivis SPSI, orsospol “pembela” keterpurukan kaumburuh dhuafa (baca: TEROR pisik!).
SAY THE THE TRUTH, NOTHING BUT THE TRUTH! Kalau elit PDIP tetap bersikap Asal Ibu Senang, justru mengintimidasi kadernya yang berani mengungkapkan praktik suap; maka bersiaplah tangisan kucing menyaksikan “Banteng Beri Beri” masuk kotak pada PEMILU 2004. Mayoritas unsur bangsa besar (tapi keropos) ini, kaum buruh dan tani dhuafa (did I sound a bit Komunistik? C’mon, man; read my previous Postings), mereka DO NOT NEED Banteng Loyo lagi yang udeh lupe daratan.
Tuan Tuan, Nona Nona dan Ibu Ibu besar di PDIP (nyuwun ngapunten,Pakde Tardjo) catat ini: “Mas Yusuf, wis PDIP bakal kalah 2004. Sebab ORA mikiri wong cilik. Lha piye, digawekke dalan karo Pak Harto bae, ora becus ngopeni!” (sebagian di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta); “Pak, kite tidak mau nyoblos PDIP lagi, dll. Bohong semua! Kite mau GOLPUT aje! (sebagian Jabotabek, termasuk Bogor).
Turbalah kalian, selama reses, naik bis bis PATAS atau antarkota/antarpropinsi TANPA AC. Jelajahi wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, yang kini meranggas, kering kerontang — mau b****k pun susah cari air bersih! STOP politicking kalian di Jakarta, cengengesan di lobi lobi 5-Star hotels, makan steakdan dimsum melototin cewek cewek muda-stw sintal pula! Seporsi imported steak yang kalian lahap (<Rp. 100 ribuan), cukup untuk menghidupi satu keluarga di desa desa wilayah itu selama 20 hari!
How DARE you people, ngecap terus bicara soal moralitas! Lihat pula barak barak POLRI/Brimob/TNI – pengap, setiap hari bini dan anak anak mereka jadi mangsa nyamuk! Kalian? Molor, cengengesan, di Rumah Dinas Kalibata yang ber-AC, GRATISAN! Ngga’ bayar Pajak Pendapatan Pribadi pula! Gitu kok ‘brani ‘braninya gemagus, cengengesan, menepuk dada melulu sebagai Wakil Rakyat! Sungguh pathetickalian (tidak seluruhnyalah, yang bernurani masih ada – cuma, some are gagu dan bahkan bisu).

Wassalam.

Yusuf bin Jussac

** mantan diplomat RI (mengundurkan diri setelah 15 tahun “mengabdi”); penerima Penghargaan Ka-POLRI sebagai “Penulis Artikel Terbaik Tahun 1998, Mengenai Masalah Kepolisian”, MENYOAL “PENCULIK MISTERIUS”, Harian MEDIA INDONESIA, edisi 12-13 Mei 1998. Judul aseli MENYOAL “POLISI JELEK” DAN PENCULIK MISTERIUS, tetapi diganti Redaktur Eksekutif koran itu sehingga judul dan materi tidak sinkron.

Disesuaikan oleh Agung, dipublikasikan dengan persetujuan Mr Joe Jussac langsung. Dipublikasikan di blog ini sebagai tambahan wacana atas konspirasi, terutama tentang keberanian untuk menjadi vokal dan berdasar. Lampiran artikel berbahasa Inggris berjudul THE MURDER OF JOHN F. KENNEDY, Jr karya Sherman H. Skolnick sengaja tidak dimuat disini, karena anda bisa search sendiri by Google. Aslinya dimuat di http://groups.google.com/group/alt.culture.indonesia/msg/1945f2bb8f2f5b54?